Kamera pengawas · Yoosee resmiWhatsApp+852 5963 2771

CCTV Tanpa DVR Bisa Online? Ini Cara Kerjanya

9 menit baca ·

Sân nhà vùng quê Việt Nam lúc chạng vạng, chỉ có một bóng đèn trong nhà

Jawaban singkatnya: CCTV tanpa DVR bisa online, asalkan kameranya jenis WiFi atau 4G yang berdiri sendiri, bukan kamera analog. Kamera jenis ini punya "otak" sendiri di dalam bodinya: ia merekam ke kartu memori yang dipasang di slot kamera dan tersambung langsung ke internet, sehingga Anda bisa menonton dan memutar ulang rekaman dari aplikasi di HP. Kamera analog berkabel koaksial lain cerita: ia hanya mengirim gambar mentah dan tetap wajib memakai DVR.

Jadi pertanyaannya bukan "boleh atau tidak tanpa DVR", melainkan "kamera saya jenis apa, dan apakah kebutuhan saya cukup dilayani kartu memori". Artikel ini membahas keduanya, lalu kapan perekam terpisah tetap layak ditambah.

Kenapa dulu CCTV harus pakai DVR

Pada sistem CCTV lama, kamera hanyalah "mata". Ia menangkap gambar lalu mengirimkannya lewat kabel ke sebuah kotak perekam bernama DVR. Kotak itulah yang melakukan semua pekerjaan berat: menyimpan video ke hard disk, menampilkan gambar ke monitor, dan, kalau disambungkan ke router, membuat semuanya bisa dilihat dari HP.

Artinya, pada kamera analog, yang "online" sebenarnya adalah DVR-nya, bukan kameranya. Lepaskan DVR, dan kamera analog tidak punya cara apa pun untuk menyimpan gambar atau mengirimnya ke internet.

Kenapa kamera WiFi dan 4G tidak membutuhkannya

Kamera WiFi dan 4G memindahkan pekerjaan DVR ke dalam kamera itu sendiri. Di dalam satu bodi sudah ada tiga hal:

  1. Pengolah video yang mengubah gambar menjadi file rekaman.
  2. Slot kartu memori (microSD) sebagai tempat menyimpan rekaman.
  3. Modul koneksi: WiFi untuk menumpang internet rumah, atau slot kartu SIM untuk langsung memakai jaringan seluler.

Begitu kamera tersambung, ia terhubung ke layanan aplikasinya lewat internet. Saat Anda membuka aplikasi di HP, permintaan Anda diteruskan ke kamera, lalu kamera mengirim tayangan langsung atau potongan rekaman dari kartunya. Tidak ada kotak perantara di tengah.

Ini juga berlaku untuk istilah "ip camera tanpa nvr". NVR adalah versi modern DVR untuk kamera jaringan. Sebagian kamera IP berkabel LAN memang dirancang untuk selalu dipasangkan dengan NVR dan tidak punya slot kartu memori; sebagian lagi, termasuk kebanyakan kamera WiFi rumahan, bisa berdiri sendiri. Cara membedakannya ada di bagian berikut.

Kalau Anda masih menimbang antara kamera yang menumpang internet rumah dan kamera berkartu SIM, perbandingannya sudah kami bahas di CCTV 4G vs CCTV WiFi.

Cara memastikan kamera Anda bisa jalan tanpa DVR

Sebelum membeli atau sebelum mencabut DVR lama, periksa kamera Anda dengan urutan ini.

1. Lihat kabel yang keluar dari kamera

  • Hanya ada kabel daya (atau colokan adaptor), tanpa kabel video bulat: kemungkinan besar kamera WiFi atau 4G. Tetapi hati-hati, kamera dari paket "kit" yang dijual bersama perekam nirkabel juga bisa terlihat seperti ini, padahal dirancang untuk selalu tersambung ke perekamnya. Karena itu, lanjutkan ke pemeriksaan slot kartu dan label di bawah.
  • Ada konektor video bulat berulir (jenis BNC) yang biasanya masuk ke DVR: itu kamera analog. Tanpa DVR, kamera ini tidak bisa online.
  • Ada colokan LAN (RJ45): itu kamera IP. Lanjutkan ke pemeriksaan berikutnya, karena ada yang bisa berdiri sendiri dan ada yang tidak.

2. Cari slot kartu memori

Pada kebanyakan kamera WiFi dan 4G, slot microSD ada di bawah tutup karet, di balik lensa yang bisa diputar, atau di bagian bawah bodi. Kalau tidak ada slot sama sekali, kamera itu tidak bisa menyimpan rekaman sendiri. Ia mungkin tetap bisa ditonton secara langsung, tetapi tidak ada yang bisa diputar ulang kecuali ada perekam atau layanan penyimpanan lain.

3. Cari kode QR atau ID perangkat di label

Kamera yang dirancang untuk aplikasi HP biasanya punya stiker berisi kode QR atau ID perangkat di bodi atau kotaknya. Itulah yang dipindai aplikasi saat menambahkan kamera. Kalau label hanya berisi spesifikasi teknis tanpa kode untuk aplikasi, cek manual: bisa jadi kamera itu dimaksudkan untuk disambungkan ke perekam.

4. Cek apakah ada slot kartu SIM

Slot SIM menandakan kamera 4G. Kamera ini tidak butuh router maupun DVR, cukup listrik, kartu SIM berkuota data, dan sinyal seluler yang memadai di lokasi pemasangan.

Cara memasang CCTV tanpa DVR, langkah demi langkah

Urutan di bawah ini berlaku untuk kebanyakan kamera WiFi dan 4G. Nama menu di aplikasi bisa sedikit berbeda tergantung versi aplikasi dan model kamera.

Langkah 1 — Siapkan kartu memori lebih dulu

Masukkan kartu microSD saat kamera dalam keadaan mati. Pilih kartu tipe high endurance, karena kartu kamera ditulis terus-menerus. Kapasitas maksimum yang didukung berbeda per model, jadi cek label atau manual kamera Anda. Untuk menghitung butuh berapa besar, gunakan panduan memory card CCTV berapa GB — mulailah dari berapa hari rekaman yang ingin Anda simpan.

Langkah 2 — Sambungkan kamera ke internet

  • Kamera WiFi: nyalakan kamera di dekat router, buka aplikasi, pilih tambah perangkat, lalu ikuti petunjuk sampai kamera dinyatakan berhasil tersambung (banyak model juga memberi bunyi penanda). Kebanyakan kamera WiFi rumahan hanya mendukung jaringan 2,4 GHz, jadi pilih jaringan itu kecuali manual model Anda menyebut lain. Langkah lengkapnya ada di cara menghubungkan kamera Yoosee ke WiFi.
  • Kamera 4G: masukkan kartu SIM berkuota saat kamera mati, nyalakan, tunggu kamera mendapat sinyal, lalu pindai kode QR di aplikasi. Urutannya kami jelaskan di cara pasang CCTV tanpa WiFi.

Langkah 3 — Format kartu lewat aplikasi

Setelah kamera online, buka pengaturan kamera di aplikasi dan cari menu penyimpanan atau perekaman. Di sana biasanya terlihat apakah kartu terbaca dan berapa kapasitasnya. Format kartu dari menu ini, bukan dari komputer, supaya struktur filenya sesuai dengan yang dipakai kamera.

Kalau kapasitas tertulis kosong atau kartu tidak terdeteksi, lihat kartu SD CCTV Yoosee tidak terbaca.

Langkah 4 — Pilih mode perekaman

Umumnya ada dua pilihan:

  • Rekam terus-menerus: semua waktu terekam, kartu lebih cepat penuh, tetapi tidak ada celah.
  • Rekam saat ada gerakan: hanya kejadian yang terekam, kartu lebih awet, tetapi bisa ada momen yang terlewat bila deteksi gerak kurang peka.

Kamera akan menimpa rekaman paling lama saat kartu penuh, selama fitur timpa otomatis aktif. Pastikan opsi itu menyala bila tersedia di model Anda.

Langkah 5 — Uji dari jaringan lain sebelum memasang permanen

Matikan WiFi di HP Anda dan buka kamera memakai data seluler. Kalau tayangan langsung muncul dan rekaman bisa diputar, berarti kamera benar-benar online dari luar rumah, bukan hanya di jaringan lokal. Baru setelah itu pasang kamera di posisi akhirnya. Untuk memutar ulang rekaman, ikuti cara melihat rekaman CCTV Yoosee di HP.

Untuk pemasangan di dinding tinggi atau dekat instalasi listrik, matikan listrik di titik tersebut terlebih dulu, gunakan tangga yang kokoh dengan orang lain yang memegangi, dan serahkan penarikan kabel listrik baru kepada teknisi listrik yang berkompeten.

Apa yang hilang kalau tidak memakai DVR

Tanpa DVR memang lebih praktis, tetapi ada beberapa hal yang perlu Anda sadari sejak awal.

Rekaman ikut tersimpan di kamera. Kalau kamera dicuri atau dirusak, kartu memorinya ikut hilang. Pasang kamera di ketinggian yang sulit dijangkau dan arahkan kamera lain ke kamera tersebut bila memungkinkan.

Masa simpan dibatasi kartu. Satu kartu memori tidak sebesar hard disk di DVR. Bila Anda perlu menyimpan rekaman dalam jangka panjang, kartu saja mungkin tidak cukup.

Tiap kamera berdiri sendiri. Dengan beberapa kamera, Anda membuka masing-masing di aplikasi. Sebagian aplikasi punya tampilan banyak kamera sekaligus, tetapi rekamannya tetap tersebar di kartu masing-masing.

Saat internet putus, Anda tidak bisa memantau. Kabar baiknya, pada kebanyakan model kamera tetap merekam ke kartu selama listrik menyala, jadi kejadian tetap tersimpan meski Anda belum bisa melihatnya saat itu juga.

Kapan perekam terpisah tetap layak ditambah

Perekam terpisah (NVR, atau DVR untuk sistem analog) masih masuk akal bila:

  • Anda memasang banyak kamera di satu lokasi dan ingin semua rekaman terkumpul di satu tempat yang bisa diperiksa sekaligus, misalnya di toko atau gudang.
  • Anda butuh masa simpan panjang, misalnya untuk keperluan administrasi usaha. Cek juga aturan setempat bila usaha Anda terikat kewajiban tertentu.
  • Anda ingin layar monitor permanen di meja kasir atau pos jaga yang menampilkan semua kamera tanpa HP.
  • Anda khawatir rekaman hilang bersama kamera, sehingga ingin salinan tersimpan di tempat tertutup di dalam bangunan.

Kalau syarat di atas tidak berlaku, misalnya rumah dengan satu sampai beberapa kamera, kebun, kos-kosan, atau warung, kamera WiFi atau 4G dengan kartu memori biasanya sudah cukup. Anda tidak perlu kotak tambahan, kabel video, maupun hard disk.

Satu catatan: tidak semua kamera WiFi bisa disambungkan ke sembarang NVR. Kalau Anda berencana menambah perekam di kemudian hari, cek manual kamera atau tanyakan ke penjual apakah model Anda mendukung penyambungan ke perekam jaringan, dan protokol apa yang dipakai.

Masalah yang sering muncul pada CCTV tanpa DVR

Kamera online tapi tidak ada rekaman yang bisa diputar. Biasanya kartu belum terpasang, belum diformat lewat kamera, atau mode perekaman masih nonaktif. Periksa menu penyimpanan di aplikasi.

Rekaman hanya beberapa hari ke belakang. Itu wajar bila kartu kecil dan mode rekam terus-menerus. Pilih kartu lebih besar sesuai batas model, atau pindah ke mode rekam saat ada gerakan.

Kamera sering tertulis offline. Penyebabnya hampir selalu di jalur koneksi: sinyal WiFi tipis di titik kamera, router yang restart sendiri, atau adaptor lemah. Langkah pemeriksaannya ada di kamera Yoosee offline terus.

Tayangan lancar di rumah, macet dari luar. Bisa karena unggahan internet rumah sedang dipakai perangkat lain, atau sinyal seluler di HP Anda sendiri lemah. Coba turunkan kualitas tayangan ke mode standar di aplikasi.

Kapan sebaiknya minta bantuan

Minta bantuan teknisi atau penjual bila:

  • Anda sudah punya kamera analog berkabel koaksial dan ingin tahu apakah bisa diganti tanpa membongkar seluruh instalasi.
  • Kamera tidak mau tersambung meski sudah direset dan dicoba di dekat router.
  • Kartu memori baru tetap tidak terbaca setelah diformat lewat aplikasi.
  • Pemasangan memerlukan penarikan kabel listrik baru, pekerjaan di atap, atau tiang tinggi.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah kamera CCTV tanpa DVR tetap merekam saat internet mati?

Pada kebanyakan model, ya, selama listrik menyala, kartu memori terpasang, dan mode perekaman aktif. Setelah koneksi kembali, rekaman selama internet mati bisa Anda putar ulang dari aplikasi. Cara paling mudah memastikannya: cabut router sebentar, lalu cek apakah rentang waktu itu muncul di daftar rekaman.

Bisakah kamera analog lama dipakai tanpa DVR?

Tidak. Kamera analog tidak punya penyimpanan maupun modul internet sendiri, jadi tanpa DVR ia tidak bisa merekam atau online. Kalau ingin lepas dari DVR, kamera tersebut perlu diganti dengan kamera WiFi atau 4G.

Apakah CCTV tanpa DVR butuh kartu memori?

Untuk menonton langsung, sebagian kamera tetap bisa tanpa kartu. Namun tanpa kartu memori, tidak ada rekaman yang tersimpan untuk diputar ulang kecuali Anda memakai layanan penyimpanan lain. Jadi dalam praktiknya, kartu memori adalah pengganti hard disk DVR dan sebaiknya selalu dipasang.

Apakah aman kalau rekaman hanya ada di kartu memori kamera?

Cukup aman untuk kebanyakan rumah, dengan satu kelemahan: kalau kamera diambil orang, kartunya ikut hilang. Kurangi risikonya dengan memasang kamera tinggi, memasang kamera kedua yang mengawasi kamera pertama, dan rutin menyimpan potongan rekaman penting ke HP Anda.

Bisakah beberapa kamera tanpa DVR dilihat bersamaan di satu HP?

Bisa. Semua kamera ditambahkan ke akun aplikasi yang sama, lalu dibuka satu per satu atau lewat tampilan banyak kamera bila aplikasi versi Anda menyediakannya. Rekaman tiap kamera tetap tersimpan di kartu masing-masing.

Topik serupa: 4GLihat semua →