Kamera pengawas · Yoosee resmiWhatsApp+852 5963 2771

Kecepatan Internet untuk CCTV Online: Lihat Upload-nya

10 menit baca ·

Sân nhà vùng quê Việt Nam lúc chạng vạng, chỉ có một bóng đèn trong nhà

Kecepatan internet untuk CCTV online ditentukan oleh kecepatan upload di tempat kamera dipasang, bukan angka download yang tertulis besar di brosur paket internet Anda. Saat Anda menonton dari luar rumah, video mengalir keluar dari rumah, dan arah keluar itulah yang biasanya jauh lebih sempit. Kebutuhannya kira-kira sama dengan bitrate aliran video yang Anda tonton, dikali jumlah kamera yang dibuka bersamaan, ditambah sedikit kelonggaran.

Artinya, tidak ada satu angka ajaib yang cocok untuk semua rumah. Yang perlu Anda lakukan adalah mengukur upload di rumah sendiri, melihat bitrate kamera Anda, lalu membandingkan keduanya. Panduan di bawah menjelaskan caranya langkah demi langkah, termasuk kapan cukup menurunkan mutu gambar dan kapan memang perlu mengganti paket atau perangkat.

Kenapa upload, bukan download

Bayangkan jalan dua arah dengan lebar yang tidak sama. Paket internet rumah umumnya dirancang untuk orang yang lebih banyak menerima data: menonton video, membuka media sosial, mengunduh berkas. Karena itu jalur masuk (download) dibuat lebar, sedangkan jalur keluar (upload) sering jauh lebih sempit. Di banyak paket, angka upload bahkan tidak dicantumkan di iklan.

CCTV bekerja kebalikannya. Kamera di rumah Anda adalah pengirim. Setiap kali Anda membuka live view dari kantor atau dari jalan, video berangkat dari kamera, keluar lewat router rumah, naik ke internet, lalu sampai ke HP Anda. Di sisi rumah, yang terpakai adalah upload. Di sisi HP Anda, yang terpakai adalah download, dan itu jarang jadi masalah.

Inilah sebabnya banyak orang bingung: "Paket saya kencang, menonton video di rumah lancar, tapi CCTV ditonton dari luar patah-patah." Keduanya tidak bertentangan. Paketnya memang kencang untuk menerima, tapi sempit untuk mengirim.

Tiga hal yang menentukan kebutuhan Anda

Kebutuhan upload untuk CCTV online bisa diperkirakan dari tiga hal saja.

1. Bitrate aliran yang Anda tonton. Bitrate adalah banyaknya data video per detik, biasanya tertulis dalam Kbps atau Mbps. Aliran mutu tinggi (sering disebut HD) memakai bitrate lebih besar daripada aliran mutu rendah (sering disebut SD, lancar, atau hemat). Tergantung model, angka ini kadang tampil di pojok layar saat menonton live, kadang tercantum di menu setelan video atau di buku panduan, dan kadang hanya muncul sebagai pilihan mutu tanpa angka. Nama menunya juga bisa sedikit berbeda tergantung versi aplikasi.

2. Jumlah kamera yang ditonton bersamaan. Membuka tampilan banyak kamera sekaligus berarti beberapa aliran berangkat dari rumah pada saat yang sama. Empat kamera yang dibuka bersamaan dengan mutu yang sama kira-kira butuh empat kali lipat dari satu kamera.

3. Jumlah orang yang menonton pada saat yang sama. Kalau Anda sudah berbagi akses kamera Yoosee ke HP keluarga, setiap HP yang sedang membuka live umumnya menerima alirannya sendiri. Dua orang menonton satu kamera bersamaan bisa terasa seperti dua kamera bagi jalur upload rumah Anda.

Rumus kasarnya:

Upload yang dibutuhkan ≈ bitrate per aliran × jumlah aliran yang terbuka bersamaan, lalu beri kelonggaran.

Kelonggaran itu penting karena upload rumah juga dipakai perangkat lain: HP yang mencadangkan foto otomatis, laptop yang mengirim berkas kerja, panggilan video anggota keluarga. Kalau semua itu berjalan bersamaan dengan CCTV, kamera yang kalah duluan.

Contoh hitungan, dengan asumsi yang jelas

Angka di bawah ini hanya contoh untuk menunjukkan cara berhitung, bukan spesifikasi kamera Anda. Misalkan di aplikasi Anda melihat aliran HD kamera berjalan di sekitar 1 Mbps, dan Anda biasa membuka tiga kamera bersamaan dari kantor. Maka kebutuhan upload kira-kira 1 × 3 = 3 Mbps, ditambah kelonggaran untuk perangkat lain di rumah. Kalau hasil tes upload rumah Anda ternyata jauh di bawah itu, gambar pasti tersendat, berapa pun angka download paketnya.

Ganti angka contoh itu dengan bitrate kamera Anda sendiri. Bitrate bisa naik-turun mengikuti gerakan di depan lensa, jadi ambil angka saat ada gerakan, bukan saat gambar diam.

Langkah 1 — Ukur upload di rumah, dengan cara yang benar

Tes kecepatan di HP mudah dilakukan, tapi sering dilakukan dengan cara yang menyesatkan. Ikuti urutan ini:

  1. Sambungkan HP ke WiFi rumah, bukan data seluler. Matikan data seluler sementara supaya tes tidak diam-diam lewat jalur lain.
  2. Lakukan tes di dekat router dulu. Ini menunjukkan berapa upload yang benar-benar diberikan paket internet Anda.
  3. Catat angka upload, bukan download. Situs atau aplikasi tes kecepatan biasanya menampilkan keduanya. Fokus ke angka upload.
  4. Ulangi pada jam sibuk, misalnya malam hari saat semua orang di rumah sedang online. Upload pada jam sepi sering terlihat lebih baik daripada kenyataan sehari-hari.
  5. Ulangi lagi di titik kamera. Bawa HP ke dekat kamera, sambungkan ke WiFi yang sama, dan tes lagi. Selisih antara hasil di dekat router dan di titik kamera menunjukkan seberapa banyak sinyal WiFi yang hilang di perjalanan.

Hasil langkah 2 dan langkah 5 memberi tahu dua hal berbeda. Kalau upload di dekat router saja sudah kecil, masalahnya ada di paket internet. Kalau di dekat router bagus tapi di titik kamera jauh lebih kecil, masalahnya ada di sinyal WiFi antara router dan kamera.

Langkah 2 — Cari tahu bitrate kamera Anda

Buka live view salah satu kamera dari jaringan yang sama di rumah. Pada sebagian model, aplikasi menampilkan angka kecepatan kecil di pojok layar yang ikut berubah-ubah. Kalau angka itu ada, perhatikan beberapa saat, lalu lambaikan tangan di depan kamera: angkanya biasanya naik ketika ada gerakan.

Lakukan ini dua kali: sekali dengan mutu HD, sekali dengan mutu rendah. Sekarang Anda punya dua angka yang bisa dibandingkan dengan hasil tes upload.

Kalau aplikasi Anda tidak menampilkan angka itu, cek buku panduan atau label kotak model Anda. Kalau tetap tidak ada, uji secara praktis: buka satu kamera dari luar rumah dengan mutu HD, lalu tambah kamera kedua, ketiga, dan seterusnya sampai gambar mulai tersendat. Titik di mana gambar mulai patah-patah itulah batas upload rumah Anda untuk saat ini.

Langkah 3 — Baca gejalanya

Tiap gejala punya arti yang berbeda. Membedakannya menghemat banyak waktu.

Gambar lancar di rumah, patah-patah dari luar. Ini ciri khas upload yang sempit. Saat HP dan kamera berada di WiFi yang sama, video sering bisa lewat jaringan lokal sehingga jalur upload internet tidak banyak terbebani. Begitu Anda di luar rumah, video pasti harus keluar lewat jalur upload, dan di situ ia tersendat.

Satu kamera lancar, dibuka banyak kamera semuanya tersendat. Upload Anda cukup untuk satu aliran, tapi tidak untuk beberapa sekaligus. Turunkan mutu tampilan banyak kamera, atau buka kamera satu per satu.

Hanya satu kamera yang selalu tersendat, yang lain lancar. Ini bukan soal upload rumah, melainkan sinyal WiFi di titik kamera itu. Upload rumah dibagi bersama, jadi kalau masalahnya di upload, semua kamera akan ikut terpengaruh.

Gambar membeku lalu melompat, atau berputar lama sebelum muncul. Biasanya aliran terputus sebentar lalu menyambung lagi. Kalau ini sering terjadi bersamaan dengan status kamera yang hilang-muncul, baca juga panduan kamera Yoosee offline terus, karena sumbernya sering sama: sinyal atau daya yang tidak stabil.

Lancar di pagi hari, buruk di malam hari. Kemungkinan besar upload rumah sedang terbagi dengan banyak perangkat lain, atau jaringan penyedia internet sedang ramai. Tes upload pada jam itu akan memastikannya.

Gambar lancar tapi buram atau kotak-kotak. Aplikasi mungkin otomatis menurunkan mutu karena koneksi kurang. Ini justru tanda sistem bekerja menyesuaikan diri. Kalau Anda butuh detail, buka satu kamera saja dengan mutu HD.

Langkah 4 — Kapan cukup menurunkan mutu aliran

Sebelum mengganti paket internet, coba dulu jalan termurah: gunakan aliran mutu rendah untuk pemantauan sehari-hari.

Pada banyak model, Anda bisa berpindah mutu langsung di layar live view, biasanya lewat tombol bertuliskan HD/SD atau lancar/jernih. Letak dan namanya bisa sedikit berbeda menurut versi aplikasi.

Kebiasaan yang masuk akal:

  • Mutu rendah untuk mengecek apakah toko sudah buka, anak sudah pulang, atau motor masih di garasi.
  • Mutu tinggi hanya saat Anda perlu melihat detail, misalnya wajah atau pelat nomor, dan sebaiknya satu kamera saja pada saat itu.
  • Tampilan banyak kamera dengan mutu rendah, lalu ketuk satu kamera untuk melihatnya lebih jelas.

Menurunkan mutu aliran live tidak selalu berarti rekaman di kartu memori ikut turun. Pada banyak model, rekaman lokal punya pengaturannya sendiri. Periksa menu perekaman di aplikasi Anda untuk memastikan setelan model Anda.

Langkah 5 — Kalau upload memang tidak cukup

Kalau setelah memakai mutu rendah gambar tetap tersendat, berarti upload rumah memang terlalu sempit untuk kebiasaan menonton Anda. Pilihannya:

  1. Kurangi beban upload lain. Matikan cadangan foto otomatis di HP keluarga, atau jadwalkan agar berjalan di malam hari. Periksa apakah ada perangkat yang terus mengunggah tanpa Anda sadari.
  2. Kurangi penonton bersamaan. Sepakati siapa yang membuka live pada jam tertentu, atau cabut akses yang sudah tidak dipakai.
  3. Restart router dan lihat apakah upload membaik. Router yang menyala berhari-hari tanpa henti kadang melambat.
  4. Tanyakan angka upload ke penyedia internet Anda. Mintalah informasi upload paket Anda secara spesifik, dan tanyakan apakah tersedia paket dengan upload lebih besar. Bandingkan dengan kebutuhan hasil hitungan Anda.
  5. Pertimbangkan jalur terpisah untuk lokasi tertentu. Untuk gudang, kebun, atau kios yang jauh dari router, kamera dengan kartu SIM tidak berebut upload dengan rumah. Pertimbangannya dibahas di CCTV 4G vs CCTV WiFi. Pada kamera seperti itu, jalur upload-nya adalah sinyal seluler di lokasi, dan setiap menit menonton memakai kuota, jadi hitung dulu dengan panduan CCTV 4G habis kuota berapa per bulan.

Jangan lupa jalur WiFi di dalam rumah

Upload paket yang besar tidak berguna kalau video tidak bisa keluar dari kamera ke router dengan lancar. Untuk CCTV WiFi, jalur pertama justru sinyal antara kamera dan router.

Hal yang perlu dicek:

  • Kamera tersambung ke jaringan 2,4 GHz. Banyak kamera hanya mendukung frekuensi ini. Kalau router menggabungkan 2,4 GHz dan 5 GHz dalam satu nama jaringan, pertimbangkan memisahkannya.
  • Tidak ada penghalang berat. Tembok beton, dak lantai, pintu besi, dan rolling door bisa memangkas sinyal dengan tajam.
  • Kekuatan sinyal di aplikasi. Sebagian model menampilkan indikator sinyal WiFi kamera. Kalau terlihat lemah, dekatkan router atau tambahkan titik akses di dekat kamera.

Kalau Anda perlu memasang perangkat jaringan tambahan di dinding luar atau di tempat tinggi, matikan dulu listrik yang terkait, gunakan tangga yang kokoh, dan serahkan pekerjaan kabel listrik kepada teknisi listrik yang berpengalaman.

Kapan sebaiknya minta bantuan

Minta bantuan ke tempat Anda membeli kamera, atau ke penyedia internet Anda, kalau:

  • Hasil tes upload di dekat router jauh lebih kecil daripada yang dijanjikan paket Anda, berulang kali pada jam yang berbeda. Ini urusan penyedia internet.
  • Upload rumah cukup besar dan sinyal di titik kamera bagus, tetapi satu kamera tetap tersendat walau hanya dia yang dibuka. Ini mengarah ke unit kamera, adaptor, atau firmware.
  • Anda sudah memakai mutu rendah, menonton satu kamera saja, dan gambar tetap membeku terus.

Bawa catatan hasil tes Anda: upload di dekat router, upload di titik kamera, bitrate kamera saat HD dan saat mutu rendah, serta jam pengujian. Dengan catatan itu, orang yang membantu bisa langsung mempersempit masalah tanpa harus mengulang semuanya dari awal.

Pertanyaan yang sering diajukan

Berapa kecepatan internet minimal untuk CCTV online?

Tidak ada satu angka yang berlaku untuk semua kamera. Yang Anda butuhkan adalah kecepatan upload di rumah yang lebih besar daripada bitrate aliran yang Anda tonton dikali jumlah kamera yang dibuka bersamaan, ditambah kelonggaran untuk perangkat lain. Lihat bitrate kamera Anda di layar live view, lalu bandingkan dengan hasil tes upload di rumah.

Paket internet saya kencang, kenapa CCTV tetap patah-patah dari luar rumah?

Angka besar di iklan paket biasanya angka download, sedangkan CCTV yang ditonton dari luar memakai jalur upload rumah Anda. Pada banyak paket, upload jauh lebih kecil daripada download. Tes upload di rumah pada jam sibuk untuk melihat angka sebenarnya.

Apakah merekam ke kartu memori butuh internet cepat?

Tidak. Rekaman ke kartu memori disimpan di dalam kamera, jadi prosesnya sendiri tidak membebani jalur internet. Upload baru terpakai saat Anda menonton live atau memutar rekaman dari jarak jauh, saat kamera mengirim notifikasi, atau bila Anda mengaktifkan penyimpanan cloud.

Kenapa CCTV lancar ditonton di rumah tapi lambat dari kantor?

Dari kantor, video harus keluar lewat jalur upload rumah, sedangkan di rumah sering bisa lewat jaringan lokal. Jadi yang patah-patah biasanya upload rumah, bukan internet kantor. Untuk pemantauan rutin dari luar, pakai mutu rendah dan buka kamera seperlunya.

Apakah menonton CCTV dari luar membuat internet rumah jadi lambat?

Bisa, terutama untuk aktivitas yang juga butuh upload, seperti panggilan video atau mengirim berkas besar. Saat beberapa kamera dibuka dengan mutu tinggi, jalur upload rumah bisa penuh. Tutup live view setelah selesai, jangan hanya dikecilkan, dan gunakan mutu rendah untuk pengecekan rutin.

Apakah CCTV WiFi butuh paket internet khusus?

Umumnya tidak perlu paket khusus, tetapi perhatikan angka upload saat memilih paket, bukan hanya download. Kalau Anda sering membuka banyak kamera sekaligus dari luar rumah, tanyakan secara spesifik besaran upload ke penyedia internet sebelum berlangganan.

Topik serupa: 4GLihat semua →