Kamera pengawas · Yoosee resmiWhatsApp+852 5963 2771

Berapa Biaya Listrik CCTV per Bulan? Ini Cara Hitungnya

9 menit baca ·

Camera gắn trên tường gạch quan sát sân vườn có trẻ em và thú cưng

Tidak ada angka tunggal yang berlaku untuk semua orang, dan siapa pun yang menyebut nominal pasti sebenarnya sedang menebak. Biaya listrik CCTV dihitung dari daya kamera (watt) dikali jam pemakaian, dibagi seribu untuk mendapat kWh, lalu dikali tarif listrik yang Anda bayar. Tiga angka itu semuanya ada di tangan Anda: di label adaptor, di jam dinding, dan di struk listrik Anda sendiri.

Kabar baiknya, setelah Anda menghitungnya sekali, kekhawatiran "CCTV bikin boros listrik" biasanya langsung reda. Kamera pengawas termasuk perangkat berdaya kecil. Yang sering luput justru bukan kameranya, melainkan perangkat pendukung yang ikut menyala di sebelahnya. Kita bahas keduanya.

Rumusnya cuma satu baris

kWh per bulan = daya (watt) × jam nyala per hari × jumlah hari ÷ 1.000

Lalu:

Biaya per bulan = kWh per bulan × tarif listrik per kWh

Arti tiap bagiannya:

  • × jam nyala per hari — untuk kamera yang menyala terus, isinya 24.
  • × jumlah hari — 30 atau 31, sesuai bulannya.
  • ÷ 1.000 mengubah watt-jam menjadi kilowatt-jam (kWh), satuan yang dipakai untuk menagih listrik.
  • × tarif — ambil dari struk atau tagihan listrik Anda sendiri, jangan dari internet. Tarif berbeda antar golongan pelanggan dan bisa berubah dari waktu ke waktu.

Kalau Anda punya beberapa kamera dengan daya yang sama, cukup kalikan hasilnya dengan jumlah kamera. Kalau dayanya berbeda-beda, hitung satu per satu lalu jumlahkan.

Saya sengaja tidak menuliskan nominal rupiahnya di sini. Angka yang Anda salin dari artikel orang lain akan meleset untuk instalasi Anda — beda kamera, beda golongan tarif, beda jumlah titik.

Contoh cara mengalikannya

Anggap label adaptor Anda tertulis 12 V dan 1 A. Daya = tegangan × arus, jadi 12 × 1 = 12 watt. Itu angka maksimum yang bisa diberikan adaptor, bukan konsumsi rata-rata kamera, tapi cukup sebagai batas atas untuk berjaga-jaga.

Masukkan ke rumus: 12 watt × 24 jam × 30 hari ÷ 1.000 = 8,64 kWh dalam sebulan. Tinggal dikalikan tarif per kWh di struk Anda, dan Anda dapat nominalnya.

Angka 12 V dan 1 A di atas hanya contoh cara mengalikan. Angka pada unit Anda bisa berbeda — baca sendiri di label adaptornya.

Di mana melihat berapa watt kamera Anda

Ada beberapa tempat, dari yang paling gampang:

Label pada adaptor. Ini sumber paling praktis. Cari baris bertanda Output, misalnya tertulis tegangan dalam volt (V) dan arus dalam ampere (A). Kalikan keduanya untuk dapat watt. Kadang wattnya sudah tertulis langsung, jadi tidak perlu menghitung.

Stiker pada badan kamera. Sebagian unit mencantumkan tegangan dan arus di sana, walau tulisannya kecil.

Buku panduan bawaan atau halaman produk resmi untuk kode model Anda.

Alat ukur daya colok. Kalau Anda ingin angka nyata dan bukan batas atas, alat kecil yang dipasang di antara stopkontak dan adaptor akan menunjukkan konsumsi sesungguhnya. Ini juga cara terbaik menangkap perbedaan siang-malam.

Perlu diingat, konsumsi kamera tidak rata sepanjang hari. Malam hari biasanya lebih tinggi karena lampu inframerah menyala. Kamera yang bisa berputar juga menyedot lebih banyak saat motornya bekerja. Jadi hitungan berdasarkan angka adaptor cenderung memberi angka yang lebih besar daripada kenyataan — dan itu bagus, karena Anda tidak akan kaget.

Spesifikasi daya berbeda-beda antar model. Jangan memakai angka kamera tetangga. Pegang buku panduan unit Anda dan konfirmasi ke tempat Anda membeli kalau labelnya sudah pudar.

Yang ikut menyedot listrik selain kameranya

Ini bagian yang paling sering membuat perhitungan orang meleset. Biaya "sistem CCTV" bukan cuma biaya kameranya.

Router atau modem internet. Kalau kamera Anda terhubung lewat Wi-Fi, router harus menyala 24 jam. Router biasanya menyala untuk keperluan lain juga, jadi wajar kalau Anda tidak membebankan seluruhnya ke CCTV — tapi kalau router itu dipasang khusus untuk kamera, hitung dia.

Perekam terpusat, kalau ada. Perangkat perekam bersama untuk beberapa kamera umumnya jauh lebih haus daya daripada satu kamera, karena di dalamnya ada hard disk yang berputar terus. Kalau instalasi Anda memakai perangkat seperti ini, dialah penyumbang terbesar, bukan kameranya.

Layar monitor. Warung yang memasang layar di meja kasir sering lupa memasukkan layar ke perhitungan, padahal layar biasanya jauh lebih besar dayanya daripada kamera. Kalau layar Anda menyala 24 jam, hitung dia dengan rumus yang sama.

Lampu tambahan. Beberapa orang memasang lampu sorot agar gambar malam lebih jelas. Lampu itu masuk hitungan, dan biasanya bukan angka kecil.

Cadangan daya. Perangkat penyimpan daya cadangan juga mengonsumsi listrik saat mengisi dan menjaga baterainya tetap penuh.

Cara memeriksanya sederhana: berdiri di depan instalasi Anda dan hitung berapa colokan yang terpakai. Setiap colokan adalah satu baris dalam perhitungan.

Jadi, CCTV boros listrik atau tidak?

Kalau yang dibandingkan adalah perangkat rumah tangga lain, kamera pengawas termasuk kelompok berdaya kecil — jauh di bawah perangkat pendingin, pemanas, atau alat masak. Yang membuat orang merasa "kok naik ya" biasanya salah satu dari tiga hal:

  1. Titiknya banyak. Satu kamera memang kecil. Delapan kamera adalah delapan kali angka itu, dan itu mulai terasa. Sebelum menambah titik, hitung dulu apakah semua titik benar-benar perlu; panduannya ada di berapa titik CCTV untuk rumah.
  2. Ada perangkat pendamping yang besar. Layar monitor dan perekam terpusat, seperti dibahas di atas.
  3. Kenaikannya sebenarnya dari hal lain. Tagihan naik pada bulan yang sama dengan pemasangan CCTV, lalu CCTV yang disalahkan. Cara membuktikannya: hitung dengan rumus di atas, lalu bandingkan dengan selisih tagihan Anda. Kalau selisihnya jauh lebih besar dari hasil hitungan, penyebabnya bukan kamera.

Menghitung itu penting justru supaya Anda berhenti menebak. Angka yang keluar dari rumus itu bisa Anda pegang.

Cara menekan biaya listrik CCTV

Jujur saja: ruang penghematannya terbatas, karena angkanya memang sudah kecil. Tapi kalau titiknya banyak, ini yang paling masuk akal:

Matikan layar, bukan kameranya. Layar monitor umumnya jauh lebih boros daripada kamera. Kalau Anda toh bisa memantau lewat HP, layar yang menyala 24 jam adalah pemborosan terbesar dalam instalasi Anda. Nyalakan seperlunya.

Jangan matikan kamera untuk berhemat. Ini pertukaran yang buruk. Penghematannya sangat kecil, sementara Anda kehilangan seluruh fungsi keamanannya justru pada jam yang Anda pilih untuk mematikannya — dan itu biasanya jam yang sepi.

Rapikan area deteksi. Ini tidak menghemat listrik secara berarti, tapi menghemat hal lain yang juga berbiaya: umur kartu memori dan kuota data. Kalau kamera Anda memakai kartu SIM, hitungan kuotanya ada di CCTV 4G habis kuota berapa per bulan.

Pakai satu adaptor yang sehat. Adaptor yang sudah tua, panas berlebih, atau bukan bawaan sering bekerja tidak efisien dan berumur pendek. Ini lebih soal keandalan daripada penghematan, tapi adaptor yang mati di tengah malam berbiaya lebih besar daripada selisih listriknya.

Pertimbangkan jalur tenaga surya untuk titik terjauh. Bukan demi tagihan, melainkan demi menghindari biaya menarik instalasi listrik ke sana. Ini kita bahas di bagian berikutnya.

Kalau titiknya jauh: bandingkan dengan tenaga surya

Untuk titik yang tidak punya stopkontak — sudut kebun, kandang di belakang, tiang di tengah lahan — pertanyaan yang relevan bukan lagi "berapa listriknya sebulan", melainkan "berapa biaya menghadirkan listrik ke sana".

Menarik kabel, memasang stopkontak baru, atau memanggil tukang listrik biasanya jauh melampaui biaya listrik kamera itu selama bertahun-tahun. Di situlah kamera bertenaga surya jadi masuk akal secara ekonomi: biaya listrik bulanannya nol, dan yang Anda bayar adalah perangkatnya di awal plus perawatan berkala.

Tapi perlu dibaca sebagai pertukaran, bukan sebagai kemenangan mutlak:

  • Biaya operasionalnya tidak benar-benar nol. Ada waktu yang Anda keluarkan untuk membersihkan panel dan memeriksa baterai, dan ada penggantian baterai suatu saat nanti. Rutinitasnya ada di cara merawat CCTV tenaga surya.
  • Cara merekamnya berbeda. Kamera bertenaga baterai umumnya merekam saat ada gerakan, bukan nonstop. Perbandingan lengkapnya ada di CCTV baterai vs CCTV listrik.
  • Musim mendung berpengaruh. Ini bukan alasan untuk menolaknya, tapi memang harus diperhitungkan sejak awal.

Untuk lokasi yang benar-benar tanpa jaringan listrik, pembahasan khususnya ada di CCTV untuk kebun tanpa listrik.

Ringkas: tiga langkah yang bisa Anda lakukan hari ini

  1. Baca label adaptor setiap perangkat yang terkait CCTV Anda — kamera, router, layar, perekam. Catat watt masing-masing, atau hitung dari volt dikali ampere.
  2. Masukkan ke rumus watt × jam × hari ÷ 1.000 untuk mendapat kWh sebulan, lalu kalikan tarif dari struk listrik Anda sendiri.
  3. Bandingkan dengan selisih tagihan Anda. Kalau hasil hitungan jauh lebih kecil dari kenaikan tagihan, berarti penyebab kenaikan itu ada di perangkat lain dan CCTV sedang disalahkan tanpa bukti.

Catatan penutup yang jujur: konsumsi daya, keberadaan lampu inframerah, dan kemampuan berputar berbeda-beda menurut model. Yang berlaku umum di artikel ini adalah rumus dan cara membacanya, bukan angkanya. Untuk unit yang Anda pegang, baca buku panduannya dan konfirmasi ke tempat Anda membeli.

Pertanyaan yang sering diajukan

Berapa biaya listrik CCTV per bulan?

Tidak ada angka baku, karena tergantung daya kamera Anda, berapa jam menyala, jumlah titik, dan tarif listrik golongan Anda. Hitung dengan rumus watt × jam per hari × jumlah hari ÷ 1.000 untuk mendapat kWh sebulan, lalu kalikan tarif per kWh yang tertera pada struk listrik Anda sendiri. Jangan lupa memasukkan router, layar monitor, dan perekam kalau ada.

Berapa watt kamera CCTV biasanya?

Berbeda-beda menurut model, dan cara paling tepat adalah membaca label adaptor bawaannya. Cari baris Output, lalu kalikan tegangan (V) dengan arus (A) untuk mendapatkan watt. Angka itu adalah batas atas adaptor, sementara konsumsi nyata biasanya lebih rendah dan naik pada malam hari saat lampu inframerah menyala.

CCTV nyala 24 jam berapa kWh sebulan?

Kalikan daya kamera dalam watt dengan 24 jam, lalu dengan jumlah hari dalam bulan itu, lalu bagi 1.000. Hasilnya adalah kWh per bulan untuk satu kamera. Untuk beberapa kamera dengan daya sama, tinggal dikalikan jumlah unitnya; kalau dayanya berbeda, hitung satu per satu lalu jumlahkan.

Apakah CCTV boros listrik?

Dibandingkan perangkat rumah tangga lain, kamera pengawas termasuk berdaya kecil. Yang membuat tagihan terasa naik biasanya jumlah titik yang banyak, atau perangkat pendamping seperti layar monitor dan perekam terpusat yang jauh lebih haus daya daripada kameranya. Hitung dengan rumus di atas untuk memastikan sebelum menyalahkan CCTV.

Bagaimana cara menghemat listrik CCTV?

Yang paling berdampak adalah mematikan layar monitor saat tidak dipantau, karena layar biasanya lebih boros daripada kamera. Kurangi juga titik yang sebenarnya tidak perlu, dan gunakan adaptor bawaan yang sehat. Mematikan kamera untuk berhemat tidak disarankan karena penghematannya kecil sementara Anda kehilangan fungsi keamanannya.

Lebih hemat pakai CCTV tenaga surya?

Biaya listrik bulanannya memang nol, tapi keunggulan sesungguhnya muncul saat lokasi pemasangan jauh dari stopkontak — Anda menghindari biaya menarik instalasi listrik ke sana. Sebagai gantinya ada perawatan berkala, penggantian baterai suatu saat, dan perekaman yang umumnya berbasis gerakan, bukan nonstop.

Topik serupa: LainnyaLihat semua →