Kamera pengawas · Yoosee resmiWhatsApp+852 5963 2771

Kabel CCTV untuk Antena TV, Bisa Dipakai atau Tidak?

11 menit baca ·

Sân vườn và hồ bơi của một ngôi nhà vào ban đêm

Jawaban singkatnya: bisa. Kabel CCTV untuk antena TV bisa dipakai karena kabel coaxial CCTV dan kabel antena TV sama-sama berimpedansi 75 ohm. Sisa kabel RG6 bisa langsung dipakai untuk antena, RG59 masih layak untuk tarikan pendek, dan kabel siamese (coaxial yang menempel dengan dua kabel listrik kecil) juga bisa asal kabel listriknya diabaikan. Yang hampir selalu perlu diganti adalah konektornya: kabel CCTV memakai BNC, sedangkan antena TV memakai konektor F atau colokan antena model tusuk. Pastikan juga kondisi kabelnya masih baik sebelum dipasang.

Situasi ini sering muncul setelah orang mengganti sistem CCTV lama yang memakai DVR dan kabel coaxial dengan kamera WiFi. Kamera WiFi cukup butuh listrik dan sinyal jaringan, sehingga kabel coaxial lama di plafon atau di gudang jadi menganggur. Daripada dibuang, kabel itu bisa dipakai untuk antena — asal Anda tahu jenisnya dan memeriksa kondisinya lebih dulu.

Kenapa kabel CCTV dan kabel antena TV bisa saling menggantikan

Kabel coaxial dirancang untuk membawa sinyal frekuensi tinggi dengan pelindung di sekelilingnya. Isinya selalu sama: satu kawat inti di tengah, lapisan isolasi putih, lapisan pelindung berupa anyaman kawat halus dan sering juga lembaran foil, lalu selubung luar.

Yang menentukan cocok tidaknya adalah impedansi. Kabel coaxial untuk CCTV analog dan kabel antena TV sama-sama dibuat 75 ohm, jadi sinyal dari antena tidak "memantul" saat lewat kabel bekas CCTV. Yang tidak cocok adalah kabel 50 ohm, yang biasa dipakai untuk radio komunikasi. Kabel jenis ini jarang dipakai untuk CCTV, tetapi kalau Anda menemukan gulungan kabel yang asal-usulnya tidak jelas, cek tulisan di selubungnya.

Perbedaan yang tersisa hanya soal ketebalan, kualitas pelindung, dan bahan kawat inti. Itu yang menentukan seberapa jauh kabel bisa ditarik sebelum sinyal TV mulai lemah.

Langkah 1 — Kenali jenis kabel yang Anda punya

Ambil ujung kabel dan baca tulisan cetak di selubungnya. Biasanya ada keterangan jenis kabel dan kadang bahan inti.

  • RG6. Lebih tebal, kawat intinya lebih besar, dan umumnya punya foil plus anyaman. Ini jenis yang paling sering dijual sebagai kabel antena TV. Kalau sisa kabel Anda kabel CCTV RG6, pakai saja tanpa ragu.
  • RG59. Lebih kecil dan lebih lentur, dulu sangat umum di instalasi CCTV analog. Redamannya lebih besar daripada RG6, jadi sinyal TV lebih cepat melemah di tarikan panjang. Untuk tarikan pendek, misalnya antena di atap rumah satu lantai ke TV di ruang keluarga, biasanya masih cukup.
  • Kabel siamese. Coaxial (biasanya RG59) yang menempel jadi satu dengan dua kabel kecil merah-hitam untuk listrik kamera. Bagian coaxial-nya bisa dipakai untuk antena; kabel listriknya tidak dipakai sama sekali.

Kalau tulisannya sudah pudar, bandingkan dengan kabel antena yang Anda beli di toko: kabel yang jelas lebih kurus hampir pasti setara RG59.

Satu hal lagi yang perlu dilihat: kawat inti. Kupas sedikit ujungnya. Inti tembaga murni berwarna kemerahan di seluruh penampangnya. Ada juga inti yang hanya dilapisi tembaga di luar, sedangkan bagian dalamnya keperakan (aluminium atau baja); jenis ini sering dipakai pada kabel CCTV murah. Untuk antena TV, inti seperti ini umumnya masih bisa bekerja, tetapi lebih rapuh saat ditekuk dan redamannya cenderung lebih besar — jadi pakailah untuk tarikan yang lebih pendek.

Langkah 2 — Periksa kondisi kabel bekas

Kabel CCTV lama sering sudah bertahun-tahun terjemur di dinding luar. Kabel yang tampak utuh belum tentu sehat di dalamnya. Periksa urutan berikut sebelum Anda repot menarik kabel ke atap:

  1. Selubung luar. Telusuri dengan tangan. Bagian yang mengeras, retak, atau terkelupas adalah jalan masuk air.
  2. Ujung kabel. Potong sekitar satu jengkal dari ujung lama, lalu lihat penampangnya. Anyaman yang menghitam atau berkarat kehijauan berarti air sudah masuk. Potong lagi sampai Anda menemukan bagian yang bersih; kalau karatnya terus berlanjut, bagian kabel itu tidak layak dipakai.
  3. Tekukan tajam dan bekas jepitan. Kabel yang pernah terlipat atau tertindih paku klem bisa berubah bentuk di dalam. Inti yang bergeser dari tengah membuat sinyal turun. Buang bagian yang penyok.
  4. Sambungan lama. Instalasi CCTV sering punya sambungan di tengah jalan yang dibungkus selotip. Lebih baik potong dan buat sambungan baru dengan konektor yang benar, atau hindari sambungan sama sekali.

Kalau Anda ragu apakah kerusakan kabel lama disebabkan air, cara kabel itu dulu dipasang bisa memberi petunjuk. Penjelasan tentang drip loop dan titik masuk air di panduan memasang CCTV outdoor tahan hujan berlaku sama persis untuk kabel antena.

Langkah 3 — Ganti konektor BNC dengan konektor F

Konektor BNC (yang diputar seperempat putaran lalu terkunci) tidak bisa dicolok ke TV atau set top box. Lihat dulu colokan antena di perangkat Anda: ada yang berulir (konektor F) dan ada yang model tusuk. Untuk model tusuk, sambungkan konektor F di kabel dengan adaptor F ke colokan tusuk, atau pakai jek antena tusuk yang sesuai ukuran kabel. Ada dua cara mengganti BNC:

Cara cepat: adaptor BNC ke F. Biarkan konektor BNC lama terpasang, lalu tambahkan adaptor BNC betina ke F jantan di ujungnya. Cara ini praktis untuk mencoba apakah kabel masih layak, tetapi setiap adaptor menambah titik yang bisa longgar dan berkarat.

Cara permanen: potong dan pasang konektor F baru. Langkah umumnya:

  1. Potong ujung kabel lurus dan rapi.
  2. Kupas selubung luar sepanjang yang diminta konektor Anda (biasanya tertera di kemasan), tanpa melukai anyaman.
  3. Lipat anyaman dan foil ke belakang, menutupi selubung.
  4. Kupas isolasi putih sehingga kawat inti tersisa sedikit, tanpa menggores inti.
  5. Pasang konektor F — jenis ulir putar, crimp, atau kompresi. Jenis kompresi paling rapat, tetapi butuh tang khusus.
  6. Pastikan kawat inti menonjol sedikit dari mulut konektor, dan tidak ada satu helai pun anyaman yang menyentuh inti. Satu helai saja bisa membuat sinyal hubung singkat sehingga TV menampilkan "tidak ada sinyal".

Ukuran konektor harus sesuai kabel: konektor F untuk RG6 terlalu longgar untuk RG59, dan sebaliknya. Bawa potongan kabel saat membeli konektor.

Langkah 4 — Kalau kabelnya siamese, urus kabel listriknya

Dua kabel kecil merah-hitam di kabel siamese dulu membawa listrik dari adaptor ke kamera. Untuk antena TV, kabel ini tidak berguna.

  • Lepaskan kedua ujungnya dari adaptor atau power box lama. Cabut adaptor dari stopkontak dulu sebelum menyentuh apa pun.
  • Isolasi ujung merah dan hitam secara terpisah, supaya tidak saling bersentuhan.
  • Jangan sambungkan kabel listrik ini ke antena, booster, atau TV.
  • Kalau ingin rapi, kedua kabel kecil bisa dibelah dari coaxial dan dipotong pendek, tetapi hati-hati agar selubung coaxial tidak tersayat.

Pada banyak antena berbooster, listrik untuk booster dikirim lewat coaxial itu sendiri dari power supply bawaan antena, bukan lewat kabel tambahan. Jadi coaxial dari kabel siamese tetap bisa dipakai untuk antena berbooster; ikuti cara pemasangan di petunjuk antena Anda.

Langkah 5 — Tarik kabel dan rapikan jalurnya

Pekerjaan antena hampir selalu melibatkan tangga dan atap. Utamakan keselamatan: jangan naik saat hujan atau angin kencang, minta seseorang memegangi tangga, dan jauhkan tiang antena dari kabel listrik di luar rumah. Kalau atap Anda curam atau Anda tidak terbiasa bekerja di ketinggian, serahkan bagian ini ke tukang antena atau teknisi.

Saat menarik kabel:

  • Buat tarikan sependek mungkin. Jangan menyisakan gulungan panjang di plafon "untuk jaga-jaga" — gulungan juga menambah panjang yang harus dilewati sinyal.
  • Hindari menempel sejajar dengan kabel listrik dalam jarak panjang; silangkan saja kalau terpaksa.
  • Klem kabel tanpa menjepit terlalu kencang sampai penyok.
  • Di titik masuk ke dinding atau plafon, buat kabel melengkung ke bawah dulu sebelum masuk, supaya air hujan menetes di lengkungan, bukan mengalir ke dalam.
  • Lindungi sambungan luar dengan karet penutup konektor atau selotip tahan cuaca.

Langkah 6 — Tes sebelum dirapikan permanen

Sebelum kabel diklem rapi, sambungkan dulu dan lakukan pencarian saluran (scan) di TV atau set top box. Kebanyakan perangkat punya menu yang menampilkan kekuatan dan kualitas sinyal; nama menunya berbeda-beda menurut merek dan model TV.

Cara membaca hasilnya:

  • Tidak ada sinyal sama sekali. Hampir selalu konektor: anyaman menyentuh inti, inti terlalu pendek sehingga tidak menyentuh, atau kabel putus di dalam. Periksa kedua ujung.
  • Sebagian saluran muncul, sebagian hilang. Sinyal ada tetapi lemah. Kabel terlalu panjang untuk jenisnya (terutama RG59), arah antena kurang pas, atau ada sambungan yang buruk.
  • Gambar kotak-kotak atau sering macet. Sinyal berada di ambang batas. Coba arahkan ulang antena, kurangi sambungan, atau ganti bagian kabel yang paling panjang dengan RG6.
  • Normal saat cerah, rusak saat hujan. Air masuk di konektor atau di retakan selubung. Ganti konektor luar dan tutup rapat.

Cara membandingkan yang paling jujur: pinjam satu potong kabel antena baru yang pendek dan sambungkan langsung dari antena ke TV untuk sementara. Kalau dengan kabel pendek hasilnya bagus sedangkan dengan kabel bekas CCTV buruk, masalahnya di kabel bekas itu, bukan di antena.

Bagaimana dengan sebaliknya: kabel antena untuk CCTV?

Untuk CCTV analog yang memakai DVR, kabel antena 75 ohm juga bisa membawa video, asal konektornya diganti BNC. Bedanya, kabel antena biasa tidak membawa listrik, jadi kamera tetap butuh kabel daya terpisah.

Untuk kamera WiFi seperti kebanyakan kamera Yoosee, kabel coaxial tidak dipakai sama sekali. Kamera cukup butuh adaptor listrik dan sinyal WiFi, atau kabel jaringan pada model yang punya port LAN — cek label dan manual model Anda. Di lokasi yang tidak ada internet rumah, beberapa model memakai kartu SIM; langkahnya ada di cara pasang CCTV tanpa WiFi.

Kalau Anda sedang mengganti sistem lama ke kamera WiFi, ini juga saat yang tepat untuk menghitung ulang posisi kamera, bukan sekadar menaruh kamera baru di bekas titik lama. Panduan berapa titik CCTV untuk rumah membantu menentukan mana yang benar-benar perlu dipasang, dan ketinggian pemasangan CCTV outdoor membantu menentukan setinggi apa titik barunya.

Kapan sebaiknya minta bantuan

Pekerjaan ganti konektor dan scan saluran bisa dikerjakan sendiri. Panggil teknisi antena atau teknisi listrik kalau:

  • Antena harus dipasang atau dipindah di atap yang curam, tinggi, atau dekat jaringan listrik.
  • Kabel lama menempel atau dibundel jadi satu dengan kabel listrik rumah, dan Anda tidak yakin mana yang aman dipotong.
  • Ada bekas hangus, bau terbakar, atau kabel daya CCTV lama yang ternyata masih bertegangan.
  • Sinyal tetap buruk meski konektor baru, kabel pendek, dan arah antena sudah dicoba — mungkin lokasi Anda butuh antena atau booster yang berbeda.
  • Anda ingin membagi satu antena ke beberapa TV dengan splitter dan hasilnya tidak merata.

Untuk teknisi atau toko CCTV

Pelanggan yang beralih dari CCTV analog ke kamera WiFi sering bertanya apa yang harus dilakukan dengan kabel lama. Beberapa hal praktis:

  • Tawarkan pilihan, jangan langsung bongkar. Jelaskan bahwa coaxial lama bisa dipakai ulang untuk antena TV, lalu biarkan pelanggan memutuskan. Ini sering memudahkan pekerjaan karena jalur kabel di plafon sudah ada.
  • Bawa konektor F untuk RG59 dan RG6, plus adaptor BNC ke F. Dengan begitu Anda bisa mengetes kabel di tempat sebelum menjanjikan apa pun.
  • Tes dulu, beri penilaian jujur. Kabel yang ujungnya berkarat atau selubungnya getas sebaiknya disarankan diganti, bukan dipaksakan.
  • Rapikan kabel siamese. Pastikan kabel daya lama dilepas dari adaptor dan ujungnya diisolasi, supaya tidak ada kabel menggantung yang membingungkan pemilik rumah kelak.
  • Catat jalur kabel. Gambar sederhana di kertas atau foto di HP tentang ke mana setiap kabel lama berujung akan menghemat waktu bila pelanggan memanggil lagi.

Kalau Anda teknisi atau toko yang tertarik menjual dan memasang kamera Yoosee, informasi kemitraan bisa dilihat di halaman mitra Yoosee.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah kabel RG59 bisa untuk antena TV digital?

Bisa, karena RG59 juga 75 ohm. Kekurangannya, sinyal melemah lebih cepat daripada di RG6, sehingga RG59 paling cocok untuk tarikan pendek. Kalau setelah dipasang beberapa saluran hilang atau gambar sering kotak-kotak, ganti dengan RG6 atau perpendek jalurnya.

Lebih bagus kabel CCTV RG6 atau kabel antena biasa?

Kalau keduanya RG6 dengan kualitas pelindung dan inti yang mirip, hasilnya praktis sama karena spesifikasi dasarnya sama. Yang membedakan adalah kondisi: kabel baru belum terkena cuaca, sedangkan kabel bekas CCTV perlu dicek dulu ujung, selubung, dan tekukannya.

Konektor BNC bisa langsung dicolok ke TV?

Tidak bisa. Colokan antena di TV dan set top box memakai konektor F (berulir) atau model tusuk, bukan BNC. Pakai adaptor yang sesuai untuk mencoba, lalu pasang konektor baru langsung di kabel untuk pemakaian jangka panjang.

Apakah kabel listrik di kabel siamese mengganggu sinyal TV?

Selama kabel listrik itu tidak dialiri listrik dan ujungnya diisolasi terpisah, ia tidak mengganggu. Yang perlu dihindari adalah membiarkannya tetap tersambung ke adaptor lama atau menyambungkannya ke perangkat antena.

Bolehkah menyambung dua potong kabel coaxial bekas?

Boleh, pakai konektor F di kedua ujung dan sambungan F betina-betina. Setiap sambungan sedikit melemahkan sinyal dan menjadi titik rawan air, jadi batasi jumlahnya dan letakkan sambungan di dalam ruangan bila memungkinkan.

Apakah kamera WiFi Yoosee bisa memakai kabel coaxial lama?

Tidak secara langsung. Kamera WiFi Yoosee terhubung lewat WiFi, atau lewat kabel jaringan pada model yang punya port LAN, dengan adaptor listrik sendiri, bukan lewat coaxial. Kabel coaxial lama paling berguna dipakai ulang untuk antena TV, sementara jalur plafonnya bisa dimanfaatkan untuk menarik kabel adaptor kamera yang baru.

Topik serupa: PasangLihat semua →