Kamera pengawas · Yoosee resmiWhatsApp+852 5963 2771

Cara Memasang CCTV di Dinding Bata dan Beton dengan Kuat

11 menit baca ·

Sân vườn và hồ bơi của một ngôi nhà vào ban đêm

Jawaban singkatnya: cara memasang CCTV di dinding yang benar dimulai dari menandai lubang braket memakai dudukan kamera sebagai mal, lalu mengebor dengan mata bor dan dowel plastik (di toko bangunan biasa disebut fisher) yang cocok untuk jenis dinding Anda — bata, beton, atau bata ringan. Setelah itu, keluarkan kabel di sisi yang terlindung dari hujan, kencangkan sekrup bergantian sampai braket benar-benar rata dan tidak goyang, dan baru terakhir setel arah kamera. Kamera yang "turun sendiri" atau berubah arah setelah beberapa minggu sering kali bukan karena kameranya, melainkan karena dowel yang tidak cocok dengan dindingnya.

Panduan ini fokus pada pekerjaan mekanis: menempelkan dudukan ke tembok supaya kokoh. Soal memilih tinggi dan sudut kamera, sudah dibahas di panduan ketinggian pemasangan CCTV outdoor, jadi tentukan titiknya dulu sebelum mulai mengebor.

Sebelum mengebor: tiga hal yang harus sudah pasti

Mengebor tembok itu pekerjaan yang tidak bisa dibatalkan. Lubang yang salah tempat akan tetap terlihat, dan lubang kedua yang terlalu dekat dengan lubang pertama sering membuat dowel tidak bisa mencengkeram. Karena itu, pastikan tiga hal ini lebih dulu.

Pertama, kamera sudah disetel dan diuji di tangan. Hubungkan kamera ke aplikasi, ganti sandi bawaan, dan pastikan gambar tampil. Lalu bawa kamera dalam keadaan menyala ke titik yang direncanakan dan lihat siaran langsungnya dari sana. Kalau sinyal WiFi di titik itu lemah, lebih baik ketahuan sekarang daripada setelah braket terpasang. Untuk kamera yang memakai kartu SIM, langkah uji yang sama dijelaskan di panduan cara pasang CCTV tanpa WiFi.

Kedua, jumlah dan posisi titik sudah final. Kalau Anda berencana memasang beberapa kamera, buat denahnya dulu supaya jalur kabel bisa direncanakan sekaligus. Panduan berapa titik CCTV untuk rumah membantu menghitungnya.

Ketiga, tidak ada kabel listrik atau pipa di balik titik bor. Kabel listrik di dalam tembok biasanya ditanam lurus vertikal di atas atau di bawah stopkontak dan saklar, atau lurus horizontal di antaranya, tetapi tidak selalu begitu. Hindari mengebor di jalur lurus dari stopkontak dan saklar. Kalau Anda ragu, gunakan detektor kabel dinding, atau tanyakan ke tukang yang dulu memasang instalasi rumah.

Kenali jenis dinding Anda

Jenis dinding menentukan mata bor, dowel, dan sekrup yang dipakai. Cara mengenalinya cukup mudah: lihat bubuk yang keluar saat mengebor sedikit, atau perhatikan sisa material di sudut yang terkelupas.

  • Bata merah dengan plesteran. Bubuk bor berwarna kemerahan setelah melewati lapisan plester. Bata merah cukup kuat, tetapi bagian dalamnya bisa rapuh dan bisa ada rongga di nat (sambungan semen antar bata). Ini jenis dinding paling umum di rumah tapak.
  • Beton (kolom, balok, atau dinding cor). Bubuk abu-abu, terasa sangat keras, dan mata bor terdengar "menggigit" kerikil. Paling kuat untuk dudukan CCTV outdoor, tetapi butuh bor dengan mode tumbuk (hammer).
  • Bata ringan (AAC). Bubuk putih keabu-abuan, sangat halus, dan bor masuk dengan mudah sekali. Justru karena empuk, dowel biasa bisa berputar di tempat dan lepas. Perlu perlakuan khusus, dijelaskan di bawah.
  • Papan gipsum atau GRC. Kalau saat diketuk terdengar kopong dan bubuknya seperti kapur, Anda sedang mengebor partisi, bukan tembok. Jangan menggantung kamera di sini tanpa angkur khusus papan, atau lebih baik pindah ke kolom terdekat.

Alat dan bahan yang perlu disiapkan

  • Bor listrik yang punya mode tumbuk untuk bata dan beton.
  • Mata bor beton (ujungnya berbentuk mata tombak dari logam keras), ukurannya sama dengan diameter dowel yang dipakai. Ukuran ini biasanya tertulis di kemasan dowel.
  • Dowel yang sesuai jenis dinding, dan sekrup yang panjangnya cukup untuk menembus seluruh dowel.
  • Pensil, meteran, waterpas kecil (atau aplikasi waterpas di ponsel), dan obeng yang pas dengan kepala sekrup.
  • Sealant luar ruangan untuk kamera di luar rumah.
  • Tangga yang stabil, kacamata pelindung, dan masker, karena bubuk bor dari atas kepala akan jatuh ke wajah.

Pada banyak model, sekrup dan dowel bawaan kamera sudah cukup untuk bata merah dan beton. Untuk bata ringan atau dinding yang rapuh, biasanya Anda perlu membeli dowel yang lebih panjang atau angkur khusus.

Langkah 1 — Tandai lubang memakai braket sebagai mal

Jangan mengukur jarak lubang dengan meteran lalu menebak. Cara paling akurat adalah menempelkan dudukan kamera langsung ke dinding dan menandai lubangnya.

  1. Lepaskan braket dari kamera. Pada banyak model, dasar braket bisa diputar lepas atau dibuka dengan obeng kecil. Cek buku panduan model Anda.
  2. Tempelkan braket di titik yang direncanakan. Taruh waterpas di atasnya dan putar sampai rata, supaya kamera tidak terpasang miring.
  3. Tandai setiap lubang dengan pensil, dan tandai juga posisi lubang kabel kalau braket punya lubang tembus di tengah.
  4. Periksa apakah ada tanda yang jatuh tepat di nat atau di tepi bata. Kalau bisa, geser sedikit braketnya supaya semua lubang berada di badan bata atau beton yang padat.

Beberapa kamera datang dengan kertas mal (template) bergambar posisi lubang. Kalau ada, tempelkan dengan selotip dan bor menembus kertasnya.

Langkah 2 — Bor dengan teknik yang sesuai dindingnya

Matikan dulu daya di jalur listrik yang ada di sekitar titik bor kalau Anda tidak yakin dengan posisi kabelnya. Kenakan kacamata pelindung.

Untuk bata merah dan beton: mulai dengan putaran pelan tanpa mode tumbuk sampai ujung mata bor membuat cekungan kecil. Ini mencegah mata bor meleset dari tanda. Setelah itu, nyalakan mode tumbuk dan bor lurus tegak lurus dinding. Tarik mata bor keluar-masuk beberapa kali agar bubuk terbuang. Kedalaman lubang harus sedikit lebih dalam dari panjang dowel; tempelkan selotip di mata bor sebagai penanda kedalaman.

Untuk bata ringan: jangan pakai mode tumbuk. Bor dengan putaran biasa dan tekanan ringan, karena material ini mudah hancur dan lubangnya jadi kebesaran. Banyak tukang sengaja memakai mata bor yang sedikit lebih kecil dari diameter dowel supaya cengkeramannya lebih rapat — cek saran pada kemasan dowel Anda.

Untuk beton keras: kalau mata bor berhenti di satu titik dan muncul bunga api atau suara logam, kemungkinan Anda mengenai besi tulangan. Hentikan. Jangan dipaksa. Geser titik lubang sedikit dan ulangi.

Setelah lubang selesai, tiup atau sedot bubuk di dalamnya. Bubuk yang tertinggal membuat dowel tidak bisa masuk penuh dan cengkeramannya berkurang.

Langkah 3 — Masukkan dowel dan periksa cengkeramannya

Tekan dowel ke lubang sampai bibirnya rata dengan permukaan dinding. Kalau perlu, ketuk pelan dengan palu. Ada tiga kemungkinan yang Anda rasakan:

  • Dowel masuk dengan sedikit dorongan dan tidak bisa diputar dengan jari. Ini kondisi yang benar.
  • Dowel masuk terlalu mudah dan bisa berputar. Lubangnya kebesaran. Pakai dowel satu ukuran lebih besar, atau isi lubang dengan sedikit lem epoksi untuk tembok lalu tunggu kering sebelum memasang sekrup.
  • Dowel tidak bisa masuk walau dipukul. Lubangnya kurang dalam atau masih berisi bubuk. Bersihkan dan bor ulang sedikit lebih dalam.

Untuk kamera outdoor, beri sedikit sealant di mulut lubang sebelum dowel masuk. Cara menutup celah air di lubang bor dan sambungan kabel dibahas lengkap di cara pasang CCTV outdoor tahan hujan.

Langkah 4 — Atur jalur kabel sebelum braket dikencangkan

Kesalahan yang sering terjadi adalah mengencangkan braket dulu, baru sadar kabelnya terjepit atau keluar di sisi yang salah.

  • Kabel sebaiknya keluar ke arah bawah, bukan ke atas. Air hujan yang mengalir di dinding akan ikut kabel. Kalau kabel keluar dari bawah, air menetes jatuh sebelum mencapai sambungan.
  • Pilih sisi yang membelakangi arah datangnya hujan, biasanya sisi yang berada di bawah tritisan atau menghadap dinding samping.
  • Jangan biarkan kabel terjepit di antara braket dan tembok. Kabel yang terjepit bisa lecet, dan braket tidak akan bisa rata, sehingga kamera goyang.
  • Sisakan sedikit kabel kendur di dekat kamera agar kepala kamera bisa diputar saat penyetelan tanpa menarik konektor.

Kalau braket punya lubang tembus di tengah dan Anda ingin kabel masuk langsung ke dalam rumah, buat lubang tembus dinding di posisi itu, dengan sisi luar sedikit lebih rendah dari sisi dalam.

Langkah 5 — Kencangkan braket secara bergantian

Pasang semua sekrup dulu dengan longgar, baru kencangkan bergantian, sedikit demi sedikit, menyilang seperti mengencangkan baut roda. Kalau satu sekrup langsung dikencangkan habis, braket akan tertarik ke satu sisi dan sisi lainnya tidak rata.

Berhenti mengencangkan saat braket sudah menempel rapat dan tidak bisa digoyang dengan tangan. Jangan dipaksa sampai sekrup terus berputar tanpa tambah kencang — itu tanda dowel sudah ikut berputar dan cengkeramannya rusak. Kalau ini terjadi, cabut, pakai dowel yang lebih besar, lalu ulangi.

Uji terakhir: pegang braket dan coba goyangkan ke atas, bawah, dan samping. Tidak boleh ada gerakan sama sekali. Di luar rumah, angin dan getaran kendaraan yang lewat akan memperbesar sedikit saja kelonggaran menjadi gambar yang bergoyang.

Langkah 6 — Pasang kamera dan setel arahnya

  1. Pasang kembali kepala kamera ke braket, lalu sambungkan kabel.
  2. Buka siaran langsung di aplikasi. Mintalah seseorang berdiri di area yang ingin dipantau, misalnya di depan pagar.
  3. Longgarkan sekrup atau ring pengunci pada sendi braket, arahkan kamera sambil melihat layar ponsel, lalu kencangkan kembali sendinya.
  4. Periksa apakah gambar tegak. Kalau garis tembok atau pagar terlihat miring, putar sedikit kepala kamera; pada beberapa model ada pengaturan rotasi atau balik gambar di menu pengaturan kamera, dan nama menunya bisa sedikit berbeda tergantung versi aplikasi.
  5. Untuk kamera outdoor, sapukan sealant tipis di garis pertemuan braket dan dinding, terutama di sisi atas.

Biarkan kamera merekam semalam, lalu cek rekaman malamnya. Kalau gambar malam terlihat berkabut atau sangat terang di satu sisi, biasanya ada tembok, talang, atau atap yang terlalu dekat dengan lensa dan memantulkan cahaya inframerah. Geser arah kamera sedikit menjauh dari permukaan tersebut.

Kesalahan yang paling sering terlihat setelah beberapa minggu

  • Kamera turun atau menunduk sendiri. Sendi braket kurang kencang, atau dowel mulai lepas. Cek dulu sendinya; kalau braket ikut goyang, masalahnya di dowel.
  • Gambar bergoyang saat ada angin atau truk lewat. Braket menempel di plester yang retak atau tidak rata. Pindahkan ke beton atau bagian dinding yang padat.
  • Plester di sekitar braket retak. Sekrup terlalu dekat dengan tepi bata atau terlalu dikencangkan. Isi retakannya dan pertimbangkan pindah titik.
  • Kamera sering terputus setelah hujan. Biasanya air masuk lewat jalur kabel, bukan lewat braket. Periksa arah keluar kabel dan sambungannya.

Kapan sebaiknya minta bantuan

Pekerjaan ini aman dikerjakan sendiri selama titiknya bisa dijangkau dengan tangga biasa dan Anda tidak perlu menyentuh instalasi listrik. Panggil tukang atau teknisi kalau:

  • Titik pemasangan berada di lantai dua atau lebih tinggi, di dinding luar yang hanya bisa dicapai dengan tangga panjang, atau di tepi atap.
  • Anda perlu menarik jalur listrik baru atau memasang stopkontak di luar rumah. Untuk pekerjaan ini, matikan daya dan gunakan jasa tukang listrik yang berpengalaman.
  • Dinding hanya berupa papan atau partisi, atau terlihat retak dan rapuh.
  • Lubang yang sama sudah gagal dua kali dan dowel terus berputar.

Kalau Anda tinggal di perumahan atau bangunan sewaan, cek juga aturan setempat atau izin pemilik sebelum mengebor dinding luar.

Untuk teknisi atau toko CCTV

Pelanggan jarang mengeluh soal gambar di hari pertama; keluhan biasanya datang beberapa minggu kemudian dalam bentuk "kameranya turun" atau "gambarnya goyang". Beberapa kebiasaan kecil mencegahnya:

  • Bawa beberapa ukuran dowel dan angkur khusus bata ringan, jangan hanya mengandalkan isi kotak kamera.
  • Selalu uji kamera di aplikasi pelanggan sebelum mengebor, dan tunjukkan siaran langsung dari titik tersebut agar pelanggan ikut menyetujui posisinya.
  • Foto braket yang sudah terpasang beserta jalur kabelnya sebagai catatan, berguna kalau ada klaim di kemudian hari.
  • Jelaskan kepada pelanggan cara mengencangkan sendi braket sendiri kalau kamera sedikit menunduk.

Toko atau teknisi yang ingin bekerja sama sebagai mitra bisa melihat informasinya di program dealer Yoosee.

Pertanyaan yang sering diajukan

Dowel ukuran berapa yang dipakai untuk memasang CCTV?

Tidak ada satu ukuran yang pas untuk semua; yang menentukan adalah kecocokan dowel, mata bor, dan sekrup. Cara paling gampang: bawa sekrup bawaan kamera ke toko bangunan dan minta dowel yang pas untuk sekrup itu dan untuk jenis dinding Anda, lalu pakai mata bor sesuai angka di kemasan dowel.

Apakah CCTV bisa dipasang di dinding bata ringan?

Bisa, asal tidak memakai dowel biasa dengan cara yang sama seperti di bata merah. Bor tanpa mode tumbuk, pakai dowel khusus bata ringan atau angkur berulir, dan jangan mengencangkan sekrup berlebihan. Kalau ada kolom beton di dekat titik itu, memasang di kolom biasanya lebih kokoh.

Bagaimana memasang CCTV tanpa mengebor tembok?

Untuk kamera dalam ruangan yang ringan, ada pilihan dudukan perekat dua sisi yang kuat atau cukup meletakkan kamera di rak dan lemari. Untuk kamera di luar rumah, perekat tidak disarankan karena panas, hujan, dan angin melemahkan lemnya dari waktu ke waktu. Alternatif lain adalah klem ke tiang atau kusen yang sudah ada, kalau braket model Anda mendukungnya.

Kenapa sekrup braket terus berputar dan tidak bisa kencang?

Artinya dowel ikut berputar di dalam lubang, biasanya karena lubangnya kebesaran atau dindingnya rapuh. Cabut dowelnya, lalu ganti dengan satu ukuran lebih besar, atau isi lubang dengan lem epoksi untuk tembok dan tunggu kering. Kalau masih gagal, geser titik pemasangan beberapa sentimeter ke bagian dinding yang padat.

Apakah boleh memasang CCTV outdoor langsung di dinding tanpa kotak sambung?

Boleh, selama sambungan kabelnya tidak terbuka terhadap hujan. Banyak kamera outdoor membawa kabel pendek dengan konektor yang memang harus dilindungi; kalau sambungan itu berada di luar, simpan di dalam kotak sambung tahan air atau di bawah tritisan. Kalau kabel bisa langsung masuk ke dalam rumah lewat lubang tembus di balik braket, kotak sambung tidak lagi diperlukan.

Topik serupa: PasangLihat semua →