Kamera pengawas · Yoosee resmiWhatsApp+852 5963 2771

1 Kabel untuk 2 CCTV, Bisakah? Ini Cara yang Aman

10 menit baca ·

Sân vườn và hồ bơi của một ngôi nhà vào ban đêm

Jawaban singkatnya: 1 kabel 2 CCTV bisa, tetapi tergantung kabel apa yang Anda maksud. Kabel listrik (daya) boleh dibagi ke dua kamera memakai kabel power splitter, asalkan adaptornya punya ampere yang cukup untuk keduanya. Kabel video koaksial hanya bisa membawa gambar dari satu kamera, jadi dua kamera tetap butuh dua jalur. Kamera IP yang memakai kabel LAN bisa berbagi satu tarikan kabel, asalkan di ujungnya dipasang switch kecil.

Kebingungannya muncul karena kata "kabel" di lapangan bisa berarti tiga hal yang berbeda. Kita pisahkan dulu, lalu bahas satu per satu.

Tiga jenis kabel yang sering tertukar

Sebelum membeli apa pun, pegang kamera Anda dan lihat kabel yang keluar dari bodinya. Biasanya ada salah satu atau gabungan dari tiga ini:

  1. Kabel daya (DC). Colokan bulat kecil yang disambung ke adaptor. Hampir semua kamera punya ini, termasuk kamera WiFi.
  2. Kabel video koaksial. Konektor bulat berulir atau bayonet, ciri sistem kamera analog yang direkam di DVR. Satu kabel koaksial membawa sinyal dari satu kamera saja.
  3. Kabel jaringan (LAN). Colokan kotak seperti kabel internet di router. Ini ciri kamera IP. Pada sebagian model, kabel LAN ini sekaligus bisa membawa daya (PoE), tapi tidak semua model mendukungnya.

Banyak kamera Yoosee untuk rumah adalah kamera WiFi: yang wajib ditarik hanya kabel daya, sedangkan gambarnya dikirim lewat WiFi. Sebagian model juga punya port LAN sebagai pilihan; cek spesifikasi model Anda. Jadi bagi banyak pemilik kamera Yoosee, pertanyaan "1 kabel untuk 2 CCTV" sebenarnya berarti "bisakah satu adaptor menghidupi dua kamera". Jawabannya ada di bagian berikut.

Berbagi daya: kabel power splitter CCTV

Kabel power splitter adalah kabel bercabang: satu colokan masuk dari adaptor, dua (atau lebih) colokan keluar ke kamera. Bentuknya sederhana, tetapi ada empat hal yang wajib cocok sebelum dipasang.

1. Tegangan kedua kamera harus sama

Lihat label di bodi kamera atau di buku panduan. Tertulis tegangan masuk, misalnya DC 12V atau DC 5V, tergantung model. Splitter hanya boleh menyatukan kamera yang tegangannya sama persis dengan tegangan adaptor. Kamera yang meminta tegangan lebih rendah bisa rusak kalau diberi tegangan lebih tinggi, dan kamera yang meminta lebih tinggi akan hidup-mati tidak stabil kalau kekurangan.

2. Ampere adaptor harus menutup kebutuhan keduanya

Ini bagian yang paling sering diabaikan. Label kamera biasanya mencantumkan arus atau daya maksimum. Label adaptor mencantumkan arus keluaran, misalnya "Output 12V ⎓ ...A".

Aturannya: jumlahkan arus semua kamera, lalu pilih adaptor yang keluarannya lebih besar dari jumlah itu, jangan pas-pasan.

Contoh hitungan (angka hanya ilustrasi, pakai angka di label kamera Anda sendiri): kalau label tiap kamera menulis kebutuhan 1A pada 12V, dua kamera berarti 2A. Adaptor 2A akan bekerja tepat di batasnya pada malam hari, saat inframerah kedua kamera menyala dan arusnya mendekati angka maksimum. Adaptor dengan keluaran di atas 2A menyisakan ruang, sehingga tidak cepat panas dan tegangannya lebih stabil.

Kalau label kamera hanya mencantumkan watt, bagi watt dengan tegangan untuk mendapat ampere. Cara membaca label ini juga dibahas di artikel berapa biaya listrik CCTV per bulan, karena angka yang sama dipakai untuk menghitung tagihan.

3. Ukuran colokan dan polaritas harus sama

Colokan DC punya ukuran diameter luar dan dalam. Colokan yang longgar akan membuat kamera mati sesaat saat kabel tersenggol atau tertiup angin. Periksa juga tanda polaritas di label: simbol kecil yang menunjukkan bagian tengah colokan positif atau negatif. Splitter siap pakai untuk CCTV umumnya sudah benar polaritasnya, tetapi kalau Anda menyambung sendiri dengan kabel serabut, tertukar kutub bisa merusak kamera.

4. Panjang dan tebal kabel dari adaptor ke splitter

Kabel tipis yang panjang membuat tegangan turun di ujung. Dengan dua kamera di satu jalur, arus dobel, sehingga penurunannya terasa lebih cepat. Gejalanya khas: siang hari normal, malam hari kamera restart sendiri atau gambarnya berkedip ketika inframerah menyala. Kalau jaraknya jauh, pakai kabel daya yang lebih tebal, atau pindahkan adaptor sedekat mungkin ke kamera dan tarik kabel listrik AC-nya saja (pekerjaan ini sebaiknya oleh tukang listrik).

Cara memasang splitter daya langkah demi langkah

  1. Matikan listrik dan cabut adaptor dari stopkontak sebelum menyambung apa pun. Kalau perlu memasang stopkontak baru di luar rumah, serahkan ke tukang listrik yang berpengalaman.
  2. Cocokkan label: tegangan kedua kamera, ampere total, dan ukuran colokan seperti di atas.
  3. Letakkan titik cabang di tempat kering, idealnya di dalam kotak sambungan (junction box) atau di bawah atap. Sambungan DC yang terbuka di tembok luar akan berkarat setelah beberapa musim hujan.
  4. Bungkus sambungan dengan isolasi tahan cuaca atau selongsong heat shrink, dan buat lengkungan kabel ke bawah sebelum masuk konektor supaya air menetes dan tidak mengalir ke dalam.
  5. Nyalakan dan tunggu malam. Tes yang sebenarnya bukan siang hari, tetapi saat kedua kamera menyalakan inframerah bersamaan. Pantau dari aplikasi selama satu malam: apakah ada yang offline, restart, atau gambar berkedip.
  6. Raba adaptor keesokan paginya. Hangat itu wajar, panas sampai tidak nyaman dipegang berarti adaptor terlalu berat bebannya.

Satu catatan untuk pemasangan di ketinggian: titik cabang biasanya di dekat kamera, sehingga Anda bekerja di atas tangga. Pastikan tangga stabil dan ada orang yang memegangi. Panduan tinggi dan posisi yang aman ada di artikel ketinggian pemasangan CCTV outdoor.

Kamera analog dengan kabel koaksial: satu kabel, satu kamera

Kalau sistem Anda memakai DVR dan kabel koaksial, satu tarikan koaksial hanya membawa video dari satu kamera. Tidak ada cara biasa untuk "menitipkan" kamera kedua di kabel yang sama tanpa alat khusus yang rumit dan jarang sepadan untuk rumah.

Yang sering membingungkan adalah kabel "siamese": tampak seperti satu kabel, padahal di dalam satu selubung ada kabel video dan sepasang kabel daya. Itu tetap jatahnya satu kamera. Untuk kamera kedua, Anda punya dua pilihan:

  • Tarik satu jalur koaksial lagi ke DVR. Daya keduanya boleh dibagi dari satu adaptor dengan splitter, asalkan syarat di atas terpenuhi.
  • Ganti kamera kedua dengan kamera WiFi, sehingga yang perlu ditarik ke titik itu hanya kabel daya.

Kamera IP dengan kabel LAN: satu tarikan, satu switch

Untuk kamera IP, satu kabel LAN dari router bisa melayani dua kamera. Caranya: tarik satu kabel ke titik yang dekat dengan kedua kamera, pasang switch kecil di sana, lalu sambung masing-masing kamera ke switch dengan kabel pendek.

Pilihan switch-nya:

  • Switch biasa. Hanya membagi jaringan. Kedua kamera tetap butuh adaptor daya sendiri, atau satu adaptor yang dibagi dengan splitter. Switch-nya pun butuh listrik.
  • Switch PoE. Membagi jaringan sekaligus mengirim daya lewat kabel LAN, jadi kamera tidak perlu adaptor. Syaratnya kamera Anda memang mendukung PoE. Cek label atau manual, karena banyak kamera rumahan punya port LAN tetapi tidak menerima daya lewat port itu. Switch PoE standar biasanya hanya mengirim daya setelah mendeteksi perangkat PoE, jadi kamera non-PoE umumnya tidak terganggu, tetapi tetap butuh adaptor sendiri. Hati-hati dengan switch atau injektor "PoE pasif": jenis ini mengalirkan daya tanpa deteksi dan bisa merusak perangkat yang tidak dirancang untuk itu. Kalau ragu, cek spesifikasi switch dan kamera, atau tanyakan ke teknisi.

Untuk kamera rumahan, satu kabel LAN umumnya cukup lebar untuk dua aliran video. Yang lebih sering jadi masalah adalah kualitas sambungan: konektor yang dikrimp asal-asalan atau kabel yang terlipat tajam. Kalau setelah dipasang salah satu kamera sering hilang dari aplikasi, langkah pemeriksaannya sama dengan di artikel kamera Yoosee offline terus.

Kamera WiFi: yang dibagi hanya dayanya

Untuk dua kamera WiFi yang dipasang berdekatan, misalnya satu menghadap pagar dan satu menghadap carport dari sudut yang sama, satu jalur daya dengan splitter adalah cara paling rapi: satu adaptor, satu kabel menyusuri tembok, cabang di dekat kamera.

Dua hal yang perlu dipikirkan:

  • Satu titik gagal, dua kamera mati. Kalau adaptor rusak atau colokannya tercabut, kedua kamera padam bersamaan. Untuk pintu depan dan pintu belakang yang sama pentingnya, pertimbangkan jalur daya terpisah supaya satu kerusakan tidak membutakan dua sisi rumah.
  • WiFi tetap harus kuat di kedua titik. Berbagi kabel daya tidak membantu sinyal. Cek sinyal di masing-masing lokasi dengan HP sebelum memasang.

Kalau Anda masih menentukan berapa kamera yang sebenarnya dibutuhkan dan di mana, baca dulu berapa titik CCTV untuk rumah. Merencanakan titik lebih dulu membuat jalur kabel bisa dikelompokkan sejak awal.

Gejala dan artinya

  • Kamera kedua mati saat kamera pertama menyalakan inframerah: adaptor kurang ampere atau kabel terlalu tipis dan panjang.
  • Kedua kamera restart bersamaan di malam hari: penurunan tegangan di jalur bersama. Ganti adaptor yang lebih besar atau perpendek kabel.
  • Satu kamera normal, satu kamera tidak hidup sama sekali: colokan tidak pas, polaritas tertukar, atau sambungan di cabang putus.
  • Gambar bergaris atau berbintik di kamera analog setelah daya digabung: sambungan daya kurang baik atau kabel video berdekatan dengan kabel listrik AC. Pisahkan jalurnya.
  • Adaptor panas sekali: beban melebihi kemampuan. Jangan diteruskan, ganti adaptor.

Kapan sebaiknya minta bantuan

Panggil teknisi CCTV atau tukang listrik kalau:

  • Anda perlu stopkontak baru di luar rumah atau di plafon.
  • Jarak dari adaptor ke kamera cukup jauh dan Anda ragu soal ukuran kabel.
  • Anda ingin memakai PoE tetapi tidak yakin kamera dan switch-nya cocok.
  • Kamera dipasang tinggi di atap atau tembok lantai dua yang tidak aman dijangkau tangga biasa.

Biaya memasang dengan benar sejak awal biasanya lebih kecil daripada mengganti kamera yang rusak karena salah tegangan.

Untuk teknisi atau toko CCTV

Pertanyaan "bisa satu kabel untuk dua kamera?" hampir selalu datang dari pelanggan yang ingin menghemat tarikan kabel. Beberapa kebiasaan yang membantu:

  • Tanyakan jenis kameranya dulu: WiFi, IP, atau analog. Jawaban Anda berbeda total untuk masing-masing, dan pelanggan sering tidak tahu bedanya.
  • Hitung ampere dari label, bukan dari kebiasaan. Tulis di nota berapa kebutuhan arus total dan adaptor apa yang dipasang, supaya saat ada keluhan restart malam hari Anda punya catatan.
  • Uji di malam hari atau tutup lensa sampai inframerah menyala sebelum meninggalkan lokasi. Masalah daya bersama hampir selalu muncul di kondisi itu.
  • Jelaskan risiko satu titik gagal: untuk dua kamera yang mengawasi pintu berbeda, tawarkan jalur daya terpisah dan biarkan pelanggan yang memutuskan.
  • Pakai kotak sambungan untuk setiap titik cabang di luar ruangan. Sambungan terbuka adalah sumber keluhan yang paling sering kembali.

Toko dan teknisi yang tertarik bekerja sama dengan Yoosee bisa membaca informasinya di halaman program mitra Yoosee.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah satu adaptor 12V bisa untuk dua CCTV?

Bisa, kalau kedua kamera sama-sama meminta 12V, ukuran dan polaritas colokannya cocok, dan ampere adaptornya lebih besar dari jumlah arus kedua kamera. Setelah dipasang, pastikan keduanya tetap stabil semalaman saat inframerah menyala.

Kenapa CCTV saya mati-hidup sendiri setelah dipasang splitter?

Paling sering karena adaptor kekurangan ampere atau kabel dari adaptor ke titik cabang terlalu panjang dan tipis, sehingga tegangan turun ketika dua kamera menarik arus bersamaan. Penyebab lain adalah colokan yang longgar di salah satu cabang. Coba sambungkan satu kamera saja: kalau masalahnya hilang, berarti bebannya yang kebanyakan.

Bisakah dua kamera WiFi Yoosee memakai satu stopkontak?

Bisa, baik dengan dua adaptor di stopkontak yang sama maupun satu adaptor yang dibagi dengan splitter. Dua adaptor terpisah lebih aman karena kerusakan satu adaptor tidak mematikan kedua kamera. Splitter lebih rapi kalau kedua kamera berdekatan dan jalurnya ingin dibuat satu.

Apakah kabel LAN bisa dibelah untuk dua kamera tanpa switch?

Secara teknis ada cara membagi kawat di dalam kabel LAN, tetapi hasilnya sering tidak stabil dan menghilangkan dukungan PoE. Switch kecil di dekat kamera adalah cara yang jauh lebih andal dan mudah dirawat. Kalau kamera mendukung PoE, switch PoE sekaligus menghapus kebutuhan adaptor di titik kamera.

Lebih baik satu kabel bersama atau kabel terpisah untuk tiap kamera?

Untuk dua kamera yang berdekatan dan sama-sama tidak kritis, kabel bersama menghemat waktu dan kabel. Untuk kamera yang mengawasi jalan masuk berbeda, kabel terpisah lebih aman karena satu kerusakan tidak membuat dua sisi rumah tanpa rekaman. Pertimbangkan juga kemudahan mencari kerusakan nanti: jalur terpisah lebih cepat dilacak.

Topik serupa: PasangLihat semua →