Kamera pengawas · Yoosee resmiWhatsApp+852 5963 2771

Konektor Kabel CCTV: BNC Drat, Crimp, atau Kompresi?

11 menit baca ·

Sân vườn và hồ bơi của một ngôi nhà vào ban đêm

Untuk kamera analog yang memakai kabel koaksial, konektor kabel CCTV yang dipakai hampir selalu BNC, dan ada tiga cara memasangnya: drat (diputar), crimp (dijepit tang), dan kompresi (dipres). BNC drat paling mudah dipasang tanpa alat khusus tetapi paling cepat longgar; BNC crimp butuh tang khusus dan hasilnya jauh lebih kencang; BNC kompresi paling rapat terhadap air sehingga paling cocok untuk sambungan di luar ruangan. Kamera WiFi dan kamera IP biasanya tidak memakai BNC sama sekali, melainkan jack DC untuk daya dan RJ45 untuk jaringan.

Banyak masalah gambar bergaris, gambar hilang-timbul, atau "no video" di layar perekam ternyata bukan karena kamera rusak, melainkan karena satu konektor kecil yang dipasang asal-asalan. Artikel ini membahas cara membedakan jenisnya, kapan memilih yang mana, cara memasangnya dengan benar, dan cara menguji sambungan sebelum kabel ditanam di plafon atau tembok.

Kenali dulu kamera Anda memakai konektor apa

Sebelum membeli konektor, lihat ujung kabel bawaan kamera. Dari situ Anda tahu sistem apa yang sedang dikerjakan.

  • Ada colokan logam bulat dengan pengunci putar (BNC) plus satu jack DC. Ini kamera analog atau kamera HD berbasis koaksial. Gambarnya lewat kabel koaksial ke perekam (DVR), dayanya lewat kabel terpisah atau kabel kombinasi.
  • Ada colokan RJ45 (seperti colokan internet) plus jack DC. Ini kamera IP. Gambar dan data lewat kabel jaringan, daya lewat adaptor, atau lewat kabel jaringan itu sendiri kalau sistemnya mendukung daya lewat LAN.
  • Hanya ada jack DC, atau bahkan tanpa kabel. Ini kamera WiFi atau kamera baterai. Kamera Yoosee yang dipantau lewat aplikasi termasuk kelompok kamera WiFi atau IP; sebagian model juga punya port RJ45 untuk sambungan kabel. Cek label atau buku panduan model Anda untuk memastikannya.

Kenapa ini penting? Karena orang sering membeli konektor BNC untuk kamera yang ternyata sistem IP, atau sebaliknya memaksakan kabel jaringan ke sistem analog. Konektor yang benar untuk sistem yang salah tetap tidak akan berfungsi.

Tiga jenis konektor BNC dan bedanya

Ketiganya punya bentuk luar yang mirip: kepala logam dengan pengunci putar seperempat lingkaran yang dikaitkan ke soket di kamera atau DVR. Bedanya ada di cara konektor itu menggenggam kabel.

BNC drat (ulir atau putar)

Konektor ini diputar langsung ke selubung luar kabel, seperti memasang tutup botol. Anda cukup mengupas kabel, memasukkannya, lalu memutar badan konektor sampai kencang.

  • Kelebihan: tidak perlu alat khusus, cepat, cocok untuk perbaikan darurat.
  • Kekurangan: genggamannya hanya mengandalkan ulir yang menggigit karet kabel. Kabel yang tertarik, tergoyang angin, atau memuai karena panas lama-kelamaan bisa membuatnya longgar. Ulirnya juga tidak rapat air.
  • Tepat dipakai untuk: sambungan di dalam ruangan yang tidak pernah disentuh, misalnya di belakang DVR yang terkunci di lemari.

BNC crimp (jepit)

Konektor ini terdiri dari beberapa bagian: pin tengah, badan konektor, dan cincin logam (ferrule). Setelah kabel masuk, cincin itu dijepit dengan tang crimp khusus koaksial sehingga logamnya menekan anyaman kabel dengan kuat.

  • Kelebihan: jauh lebih kencang daripada drat, kontak listriknya stabil, dan harganya tetap terjangkau.
  • Kekurangan: butuh tang crimp yang sesuai ukuran kabel. Tang yang salah ukuran menghasilkan jepitan yang tampak rapi tetapi sebenarnya longgar.
  • Tepat dipakai untuk: sebagian besar instalasi rumah dan toko, baik di dalam maupun di luar (di luar tetap perlu pelindung air tambahan).

BNC kompresi (press)

Konektor kompresi dipasang dengan alat pres yang mendorong bagian belakang konektor masuk ke badannya. Hasilnya, kabel tergenggam melingkar penuh, dan banyak konektor kompresi dilengkapi cincin karet yang menyegel celahnya.

  • Kelebihan: paling kencang dan paling rapat terhadap air dan debu di antara ketiganya. Sulit tercabut tidak sengaja.
  • Kekurangan: butuh alat pres sendiri, dan konektornya sedikit lebih mahal. Setiap ukuran kabel butuh konektor yang pas.
  • Tepat dipakai untuk: sambungan di luar ruangan, di tiang, di dekat talang, atau di mana pun yang sering kena hujan dan angin.

Ringkasnya: drat untuk darurat atau dalam ruangan, crimp untuk pemasangan umum, kompresi untuk luar ruangan.

Konektor lain yang sering ditemui: jack DC dan RJ45

Jack DC (soket daya)

Hampir semua kamera memakai jack DC kecil untuk listrik dari adaptor. Pada instalasi kabel panjang, orang sering memakai jack DC dengan terminal sekrup (jack DC male atau female dengan baut kecil) sehingga kabel listrik bisa disambung tanpa menyolder.

Yang perlu diperhatikan:

  1. Polaritas. Tanda pada kabel daya (garis putih, tulisan, atau warna merah) tidak seragam antarprodusen, jadi jangan hanya menebak dari warnanya. Ukur dulu dengan multimeter dari sisi adaptor, lalu cocokkan dengan tanda + dan - pada terminal jack sebelum mengencangkan sekrup. Terbalik memasang bisa membuat kamera tidak menyala, dan pada sebagian perangkat bisa merusaknya.
  2. Ukuran jack. Ada beberapa ukuran diameter yang tampak mirip. Jack yang sedikit kebesaran terasa "masuk" tetapi goyang, dan kamera akan mati-nyala sendiri. Cocokkan dengan colokan adaptor bawaan.
  3. Tegangan. Lihat label kamera untuk tegangan yang diminta. Jangan mengganti adaptor dengan tegangan berbeda hanya karena colokannya pas.

RJ45 (colokan jaringan)

Kamera IP dan port kabel kamera WiFi memakai colokan RJ45. Kabel jaringan dipasangi konektor dengan tang crimp RJ45, mengikuti urutan warna kabel yang sama di kedua ujung.

Yang perlu diperhatikan:

  1. Urutan warna harus identik di kedua ujung. Satu kabel tertukar posisi bisa membuat kecepatan turun drastis atau sambungan tidak terdeteksi sama sekali.
  2. Selubung kabel harus ikut terjepit. Bagian plastik di belakang konektor seharusnya menggenggam selubung luar, bukan hanya kabel-kabel kecil di dalamnya. Kalau hanya kabel kecil yang terjepit, satu tarikan saja bisa memutus sambungan.
  3. Colokan RJ45 bawaan kamera tidak tahan air. Kalau sambungannya di luar, masukkan ke kotak sambung atau gunakan penutup tahan air kalau kamera outdoor Anda menyertakannya.

Cara memasang konektor BNC crimp langkah demi langkah

Ini jenis yang paling sering dipakai, jadi langkahnya kita bahas rinci. Matikan dulu daya kamera dan DVR sebelum mulai.

  1. Masukkan cincin crimp ke kabel lebih dulu. Ini langkah yang paling sering terlupa. Kalau lupa, Anda harus memotong ulang ujung kabel.
  2. Kupas selubung luar. Gunakan pengupas koaksial atau cutter dengan hati-hati. Panjang kupasan mengikuti petunjuk di kemasan konektor; tiap merek dan ukuran bisa berbeda sedikit.
  3. Lipat anyaman ke belakang. Anyaman logam tipis (dan lapisan foil kalau ada) dilipat rapi ke arah selubung. Pastikan tidak ada satu helai pun yang menyentuh inti tembaga di tengah, karena itu menyebabkan korsleting sinyal dan gambar hilang.
  4. Kupas isolasi inti. Sisakan inti tembaga dengan panjang sesuai pin konektor. Jangan sampai intinya tergores atau tertekuk.
  5. Pasang pin tengah. Masukkan inti ke pin, lalu jepit pin dengan lubang kecil pada tang crimp (atau solder kalau pin dirancang untuk disolder).
  6. Dorong badan konektor. Masukkan sampai pin keluar tepat di ujung depan konektor dan bagian belakang konektor menutupi anyaman.
  7. Geser cincin dan jepit. Geser cincin crimp menutupi anyaman, lalu jepit dengan lubang tang yang sesuai ukuran kabel. Tekan sampai tang terbuka sendiri, jangan setengah jalan.
  8. Uji tarik. Tarik pelan kabel dari konektor. Konektor yang baik tidak bergerak sama sekali.

Untuk konektor kompresi, langkah 2 sampai 4 hampir sama, hanya saja di akhir Anda memasukkan kabel ke konektor lalu menekannya dengan alat pres, bukan tang crimp.

Menguji sambungan sebelum kabel ditanam

Kesalahan termahal adalah menemukan sambungan buruk setelah kabel sudah masuk plafon, pipa dalam tembok, atau tertutup cor. Lakukan pengujian ini selagi semuanya masih terbuka.

  1. Pasang sementara. Sambungkan kamera ke DVR atau ke router dengan kabel yang sudah berkonektor, dalam posisi kabel kurang lebih sama dengan rencana akhirnya.
  2. Lihat gambar langsung. Perhatikan apakah ada garis-garis bergerak, gambar berkedip, atau warna yang tiba-tiba hilang. Untuk kamera IP atau kamera WiFi yang dihubungkan dengan kabel, buka tampilan langsung di aplikasi dan pastikan kamera online tanpa putus.
  3. Goyangkan konektor. Sambil melihat layar, goyangkan pelan setiap konektor satu per satu. Kalau gambar hilang atau bergaris saat digoyang, konektor itu yang bermasalah. Potong dan pasang ulang.
  4. Gunakan tester kabel kalau ada. Untuk kabel jaringan, tester RJ45 sederhana menunjukkan apakah semua jalur tersambung dengan urutan benar. Untuk koaksial, multimeter bisa mengecek apakah inti dan anyaman tidak saling bersentuhan.
  5. Uji malam hari. Infra merah kamera menyala di malam hari dan menarik daya lebih besar. Sambungan daya yang lemah sering baru terlihat masalahnya saat itu, misalnya kamera restart sendiri ketika lampu IR menyala.

Kalau semua lulus, baru tanam kabelnya. Sisakan sedikit kabel cadangan di dekat kamera supaya kalau konektor perlu diganti di kemudian hari, Anda masih punya panjang untuk memotong.

Melindungi konektor di luar ruangan

Bahkan konektor kompresi tetap perlu perlindungan tambahan kalau berada di tempat terbuka. Prinsipnya:

  • Simpan sambungan di dalam kotak sambung tahan cuaca dengan lubang kabel menghadap ke bawah atau ke samping.
  • Buat lengkungan huruf U pada kabel sebelum masuk ke sambungan, supaya air yang mengalir di kabel menetes di titik terbawah dan tidak masuk ke konektor.
  • Bungkus dengan isolasi karet yang menyatu sendiri, lalu lapisi isolasi listrik biasa sebagai pelindung matahari.

Penjelasan lengkap soal drip loop, lubang bor, dan sealant ada di panduan cara pasang CCTV outdoor tahan hujan. Posisi kamera juga menentukan seberapa jauh kabel harus ditarik dan di mana sambungan akan berada; panduan ketinggian pemasangan CCTV outdoor membantu menentukan titiknya sebelum Anda mengebor.

Gejala dan arti masalah konektor

Gunakan daftar ini untuk menebak konektor mana yang perlu dicek:

  • Gambar bergaris horizontal atau ada "bayangan" bergerak: anyaman koaksial tidak tersambung baik, atau ada helai anyaman yang menyentuh inti.
  • "No video" atau layar hitam di satu kanal DVR: pin tengah tidak terjepit atau terlepas di dalam konektor.
  • Gambar muncul hanya saat kabel disentuh: konektor longgar, paling sering pada tipe drat.
  • Kamera mati-nyala sendiri, terutama malam hari: jack DC goyang, atau kabel daya terlalu panjang dan tipis sehingga tegangan yang sampai ke kamera kurang.
  • Kamera IP terdeteksi tapi lambat atau sering putus: urutan warna RJ45 salah atau salah satu jalur tidak terjepit sempurna.
  • Masalah muncul setelah hujan: air masuk ke konektor. Matikan daya, buka sambungan, keringkan, dan ganti konektor yang berkarat kehijauan.

Kapan sebaiknya minta bantuan

Pasang konektor sendiri cukup aman kalau pekerjaannya di ketinggian rendah dan hanya melibatkan kabel tegangan rendah dari adaptor. Mintalah bantuan teknisi atau tukang listrik yang berpengalaman kalau:

  • Anda perlu menarik kabel baru melewati atap, plafon tinggi, atau tiang, terutama bila harus naik tangga di luar rumah.
  • Anda harus menambah stopkontak baru atau menyentuh instalasi listrik rumah. Matikan MCB terlebih dahulu dan serahkan pekerjaan instalasi listrik kepada tukang listrik yang kompeten.
  • Banyak kamera sekaligus harus ditarik kabelnya. Kalau Anda masih menghitung kebutuhan, baca dulu berapa titik CCTV untuk rumah agar jumlah kabel dan konektor bisa direncanakan sekali jalan.

Kalau gambar tetap bermasalah setelah semua konektor diganti, kemungkinan kabelnya sendiri yang rusak di tengah jalan, dan itu lebih cepat dilacak oleh orang yang punya tester.

Untuk teknisi atau toko CCTV

  • Sediakan tiga jenis konektor, tapi arahkan sesuai lokasi. Pelanggan yang membeli konektor drat untuk sambungan di tiang luar biasanya kembali dengan keluhan gambar hilang. Menjelaskan perbedaannya di awal menghemat kunjungan ulang.
  • Cocokkan konektor dengan ukuran kabel yang Anda jual. Simpan contoh potongan kabel dan konektor yang pas di etalase supaya pembeli tidak salah ambil.
  • Uji goyang di depan pelanggan. Saat serah terima, goyangkan setiap konektor sambil pelanggan melihat layar. Ini cara sederhana membangun kepercayaan.
  • Beri label pada kedua ujung kabel. Pada instalasi banyak kamera, label nomor kanal di dekat DVR dan di dekat kamera memudahkan perbaikan berikutnya.
  • Catat sistem yang dipasang. Tulis apakah kamera itu analog, IP, atau WiFi di kartu servis, supaya teknisi berikutnya tidak membawa konektor yang salah.

Kalau Anda teknisi atau pemilik toko yang ingin menjual dan memasang kamera Yoosee, informasi program mitranya ada di halaman program dealer Yoosee.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah kamera WiFi Yoosee memakai konektor BNC?

Pada umumnya tidak. Jadi kalau Anda memakai kamera WiFi Yoosee, yang perlu diperhatikan adalah jack DC dan, bila modelnya punya port kabel, colokan RJ45, bukan konektor BNC. Cek label atau buku panduan model Anda kalau ragu.

Bolehkah menyambung dua kabel koaksial di tengah jalan?

Boleh, dengan konektor sambungan (barrel) BNC yang menghubungkan dua konektor BNC. Setiap sambungan menambah titik rawan, jadi sebaiknya hanya satu sambungan per jalur, letakkan di tempat kering atau di dalam kotak sambung, dan uji goyang sebelum ditutup. Kalau jalurnya memungkinkan, satu kabel utuh selalu lebih baik.

Konektor BNC saya kendur, apakah cukup diputar lebih kencang?

Pada tipe drat, memutar lebih kencang kadang menolong sementara, tetapi ulir yang sudah aus biasanya akan longgar lagi. Lebih baik potong ujung kabel dan pasang konektor baru, idealnya tipe crimp atau kompresi. Pada tipe crimp yang kendur, jepitannya sudah gagal, jadi tetap harus diganti.

Kenapa gambar CCTV bergaris padahal konektornya baru?

Konektor baru belum tentu terpasang benar. Penyebab yang sering ditemui adalah helai anyaman yang menyentuh inti, pin tengah yang tidak terjepit sempurna, atau ukuran konektor yang tidak cocok dengan kabel. Selain konektor, kabel yang berjalan sejajar sangat dekat dengan kabel listrik rumah juga bisa menimbulkan gangguan, jadi coba jauhkan jalurnya.

Apakah perlu menyolder pin konektor BNC?

Tidak wajib. Banyak konektor crimp dan kompresi dirancang tanpa solder dan sudah cukup kuat bila dijepit dengan alat yang benar. Solder hanya diperlukan pada konektor yang memang dirancang untuk disolder; ikuti petunjuk di kemasan konektor Anda.

Topik serupa: PasangLihat semua →