Kamera pengawas · Yoosee resmiWhatsApp+852 5963 2771

Kabel VGA CCTV atau HDMI untuk Monitor DVR, Pilih Mana?

9 menit baca ·

Sân vườn và hồ bơi của một ngôi nhà vào ban đêm

Kalau perekam CCTV Anda (DVR atau NVR) dan monitornya sama-sama punya port HDMI, pakai HDMI: sinyalnya digital, gambarnya lebih tajam, dan pemasangannya lebih sederhana. Kabel VGA CCTV tetap berguna untuk monitor lama yang hanya punya colokan VGA, dan hasilnya masih layak untuk memantau. Untuk jarak yang jauh dari perekam ke monitor, keduanya sama-sama butuh kabel berkualitas atau alat penyambung jarak jauh (extender).

Di bawah ini cara mengenali port-nya, urutan memasang, apa arti setiap gejala di layar, dan apa yang perlu dilakukan kalau monitor tetap tidak menampilkan apa pun.

Kenali dulu port di belakang perekam dan monitor

Sebelum membeli kabel, balik perekam dan monitor lalu lihat panel belakangnya. Jangan menebak dari foto di dus.

  • VGA berbentuk trapesium, biasanya berwarna biru, dengan tiga baris lubang kecil dan dua baut di sisinya. Kabelnya juga punya dua baut putar untuk dikencangkan.
  • HDMI berbentuk pipih dengan dua sudut miring di satu sisi, tanpa baut. Colokannya sama seperti di TV modern.
  • BNC berbentuk bulat dengan pengunci putar. Pada perekam ada port BNC untuk masuknya kamera analog, dan pada sebagian model ada satu port BNC berlabel Video Out atau CVBS untuk monitor tabung lama. Port ini bukan untuk kabel VGA atau HDMI, jadi jangan tertukar.

Kebanyakan DVR dan NVR modern menyediakan VGA dan HDMI sekaligus. Pada banyak model, kedua port itu menampilkan gambar yang sama secara bersamaan, sehingga Anda bisa menyambungkan satu monitor di meja kasir lewat HDMI dan satu monitor lama lewat VGA. Apakah perekam Anda mendukung dua layar sekaligus, atau hanya salah satu, berbeda tiap model, jadi cek buku panduan atau label di bodinya.

HDMI vs VGA: perbedaan yang benar-benar terasa

Ketajaman gambar

VGA membawa sinyal analog. Di layar yang besar atau di resolusi tinggi, gambar dari VGA cenderung sedikit lebih lembut: tulisan tanggal dan jam di sudut layar tampak agak kabur, dan garis tepi benda terlihat sedikit "berbayang". HDMI membawa sinyal digital, jadi selama kabelnya baik, gambar di monitor tidak berkurang ketajamannya di sepanjang kabel.

Untuk sekadar melihat siapa yang lewat di depan toko, perbedaannya kecil. Untuk membaca pelat nomor atau wajah dari rekaman, ketajaman HDMI lebih membantu.

Suara

Kabel VGA hanya membawa gambar. HDMI bisa membawa gambar dan suara sekaligus, tetapi itu baru berguna kalau kamera Anda merekam suara, perekamnya meneruskan audio lewat HDMI, dan monitornya punya speaker. Banyak monitor komputer tidak punya speaker, jadi jangan berharap ada suara hanya karena Anda memakai HDMI.

Kerapian dan kemudahan

HDMI tidak perlu dikencangkan, cukup dicolok. VGA perlu dua bautnya dikencangkan supaya tidak goyang; colokan VGA yang longgar adalah penyebab umum gambar berkedip atau warnanya berubah kemerahan atau kehijauan.

Kapan VGA justru pilihan yang tepat

  • Monitor yang Anda punya adalah monitor komputer lama yang hanya punya port VGA.
  • Anda ingin menambah layar kedua di ruang lain tanpa membeli monitor baru.
  • Perekam Anda modelnya lama dan HDMI-nya tidak berfungsi, sementara VGA-nya masih normal.

Dalam situasi itu, kabel VGA yang bagus sudah cukup untuk memantau sehari-hari.

Cara melihat rekaman CCTV di monitor, langkah demi langkah

Urutan ini berlaku untuk kebanyakan DVR dan NVR. Nama menu bisa sedikit berbeda tergantung model dan versi perangkat lunaknya.

  1. Matikan perekam dan monitor sebelum mencolok kabel. Ini mengurangi risiko port rusak karena lonjakan listrik saat colokan dimasukkan.
  2. Colok kabel dari port HDMI atau VGA di perekam ke port yang sama di monitor. Kencangkan baut kalau memakai VGA.
  3. Nyalakan monitor dulu, lalu perekam. Banyak perekam membaca kemampuan layar saat baru menyala, jadi urutan ini membantu perekam memilih resolusi yang cocok.
  4. Pilih sumber input di monitor. Tekan tombol Input atau Source di monitor atau remote TV, lalu pilih HDMI atau VGA sesuai kabel yang Anda pakai. Ini langkah yang paling sering terlewat.
  5. Tunggu proses booting. Perekam butuh waktu beberapa saat untuk menyala penuh. Layar bisa hitam atau hanya menampilkan logo dulu.
  6. Masuk ke tampilan langsung. Setelah muncul grid kamera, klik kanan dengan mouse yang dicolok ke port USB perekam untuk membuka menu.
  7. Buka menu pemutaran rekaman. Biasanya bernama Playback. Pilih kamera, tanggal, dan jam, lalu putar. Di garis waktu, warna yang berbeda umumnya menandai rekaman terus-menerus dan rekaman karena gerakan.

Kalau gambar tampil tetapi terpotong di tepi atau terlalu besar, masuk ke menu pengaturan tampilan perekam (sering di bagian System lalu Display atau Output) dan pilih resolusi keluaran yang sesuai dengan monitor Anda. Resolusi yang didukung tercantum di buku panduan monitor atau di label belakangnya.

Arti gejala di layar dan apa yang dicek

Tulisan "No Signal"

Monitor tidak menerima apa pun. Cek berurutan:

  1. Sumber input di monitor sudah benar (HDMI atau VGA, dan nomor port-nya kalau monitor punya lebih dari satu).
  2. Perekam benar-benar menyala: lampu indikator hidup dan kipas atau bunyi hard disk terdengar.
  3. Kabel tercolok penuh di kedua ujung. Cabut lalu colok lagi dengan mantap.
  4. Coba kabel lain yang Anda tahu masih bagus, misalnya kabel HDMI dari TV.
  5. Kalau perekam punya VGA dan HDMI, coba port yang satunya.

Tulisan "Out of Range" atau "Not Supported"

Kabelnya bekerja, tetapi perekam mengirim resolusi yang tidak sanggup ditampilkan monitor. Ini sering terjadi setelah perekam dipindah dari TV besar ke monitor kecil yang lebih tua. Cara mengatasinya: sambungkan sementara ke monitor atau TV lain yang lebih baru, turunkan resolusi keluaran di menu tampilan perekam, simpan, lalu pindahkan kembali. Pada sebagian model ada juga cara mengembalikan resolusi ke bawaan lewat tombol di panel depan atau remote; caranya berbeda tiap model, jadi cek buku panduannya.

Gambar berkedip, bergaris, atau warnanya aneh

Pada VGA, penyebab yang paling sering adalah colokan longgar, pin yang bengkok, atau kabel yang terlalu panjang dan tipis. Kencangkan bautnya, periksa pin di ujung kabel, dan coba kabel yang lebih pendek. Pada HDMI, gambar yang sesekali hilang lalu kembali biasanya karena kabel murah yang terlalu panjang atau colokan yang tertekuk.

Gambar tampil, tetapi rekaman lama tidak ada

Ini bukan masalah kabel. Periksa apakah hard disk terdeteksi di menu penyimpanan perekam dan apakah jadwal rekamannya aktif. Monitor hanya menampilkan apa yang sudah direkam perekam.

Jarak jauh dari perekam ke monitor

Masalah muncul ketika perekam disimpan di gudang atau lantai atas, sementara monitor dipasang di meja kasir yang jaraknya cukup jauh.

  • Kabel pendek selalu lebih aman. Kalau bisa, dekatkan perekam ke monitor dan biarkan kabel kamera yang menempuh jarak jauh.
  • Untuk jarak menengah, pilih kabel HDMI atau VGA yang lebih tebal dan berkualitas, bukan yang paling murah. Kabel tipis yang panjang sering menjadi sumber gambar berkedip.
  • Untuk jarak yang jauh, pakai extender: sepasang alat kecil yang mengubah sinyal HDMI atau VGA agar bisa dikirim lewat kabel LAN, lalu mengubahnya kembali di sisi monitor. Batas jarak dan kebutuhan dayanya berbeda tiap produk, jadi baca spesifikasinya sebelum membeli.

Selalu uji kabel panjang dengan dicolok dulu sebelum dirapikan di dalam plafon atau pipa. Mengganti kabel yang sudah tertanam jauh lebih repot.

Bagaimana kalau port-nya tidak cocok?

  • Perekam HDMI, monitor hanya VGA: pakai konverter HDMI ke VGA. Karena mengubah sinyal digital menjadi analog, alat ini harus berupa konverter aktif (ada chip di dalamnya), bukan kabel yang ujungnya sekadar berbeda bentuk.
  • Perekam hanya VGA, monitor hanya HDMI: butuh konverter VGA ke HDMI yang aktif; sebagian di antaranya perlu daya tambahan lewat USB. Kabel VGA ke HDMI biasa tanpa konverter tidak akan menghasilkan gambar.
  • Memakai TV sebagai monitor: hampir semua TV modern punya HDMI, jadi ini cara paling mudah. Pastikan input TV diatur ke port HDMI yang benar.

Monitor tidak wajib untuk kamera WiFi

Kalau Anda memakai kamera WiFi Yoosee yang merekam ke kartu SD, Anda tidak butuh perekam atau monitor sama sekali: rekamannya dilihat langsung dari aplikasi. Langkahnya ada di cara melihat rekaman CCTV Yoosee di HP. Monitor baru diperlukan kalau kamera Anda terhubung ke DVR atau NVR, atau kalau Anda ingin layar pemantau yang selalu menyala di tempat usaha. Contohnya, layar di meja kasir yang dibahas di CCTV untuk warung kecil, atau layar di dekat kasir dan rak sparepart seperti di CCTV untuk bengkel motor.

Kapan sebaiknya minta bantuan

Minta bantuan teknisi atau toko tempat Anda membeli kalau:

  • Monitor tetap "No Signal" setelah Anda mencoba kabel lain, port lain, dan monitor lain.
  • Perekam tidak menyala, berbunyi terus-menerus, atau lampunya berkedip tidak normal.
  • Anda perlu menarik kabel melewati plafon, dinding, atau atap. Untuk pekerjaan di ketinggian, gunakan tangga yang kokoh dan jangan bekerja sendirian.
  • Anda perlu menambah stopkontak atau jalur listrik baru untuk perekam dan monitor. Matikan listrik dulu dan serahkan pekerjaan instalasi listrik kepada tukang listrik yang berpengalaman.

Untuk teknisi atau toko CCTV

  • Tanyakan monitor pelanggan sebelum berangkat. Minta foto panel belakang monitor dan perekam, sehingga Anda membawa kabel atau konverter yang tepat dan tidak bolak-balik.
  • Bawa satu monitor kecil cadangan yang mendukung resolusi rendah. Ini cara tercepat memulihkan perekam yang terkunci di tampilan "Out of Range".
  • Atur resolusi keluaran sesuai monitor yang dipakai sehari-hari, bukan resolusi tertinggi yang bisa dikeluarkan perekam, lalu catat setelannya untuk pelanggan.
  • Uji kabel panjang sebelum dirapikan, dan beri label di kedua ujung kalau ada beberapa kabel yang ditarik bersamaan.
  • Ajari pelanggan tiga hal: cara memilih input di monitor, cara membuka menu playback, dan cara memutar ulang perekam dengan benar.

Kalau Anda teknisi atau toko yang ingin menjual dan memasang kamera Yoosee, informasi program mitra ada di halaman program dealer Yoosee.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah kabel HDMI biasa untuk TV bisa dipakai ke DVR CCTV?

Bisa. DVR dan NVR memakai colokan HDMI standar yang sama dengan TV, dekoder, atau laptop. Yang perlu diperhatikan hanya panjang dan kualitas kabelnya kalau jarak ke monitor cukup jauh.

Kenapa monitor CCTV saya hitam setelah perekam dipindah ke monitor lain?

Kalau monitor menulis "Out of Range" atau "Not Supported", perekam mengirim resolusi yang tidak didukung layar baru; turunkan resolusinya lewat layar lain seperti dijelaskan di atas. Kalau layarnya benar-benar gelap tanpa tulisan apa pun, cek dulu sumber input monitor dan kabelnya sebelum mengutak-atik resolusi.

Bisakah memakai dua monitor sekaligus dari satu DVR?

Pada banyak model bisa, dengan satu monitor di port HDMI dan satu lagi di port VGA, dan keduanya menampilkan gambar yang sama. Ada juga model yang hanya mengaktifkan salah satu port dalam satu waktu. Cek buku panduan perekam Anda untuk memastikannya.

Apakah kualitas rekaman ikut turun kalau saya menontonnya lewat VGA?

Tidak. Rekaman disimpan di hard disk perekam dengan kualitas yang sama apa pun kabel monitornya. VGA hanya memengaruhi seberapa tajam gambar terlihat di layar saat itu, bukan file yang tersimpan.

Apakah perlu mouse untuk melihat rekaman di monitor?

Hampir selalu ya. Kebanyakan perekam dioperasikan dengan mouse USB yang dicolok ke port USB di bodinya, meski sebagian model juga punya remote atau tombol di panel depan. Tanpa mouse, Anda biasanya hanya bisa melihat tampilan langsung tanpa membuka menu playback.

Topik serupa: PasangLihat semua →