CCTV Wireless 8 Channel: Tetap Butuh Kabel? Ini Faktanya

Jawaban singkatnya: CCTV wireless 8 channel tetap butuh kabel, hanya saja kabelnya lebih sedikit. Paket seperti ini terdiri dari perekam (NVR) yang bisa menampung sampai delapan kamera, dan kamera-kameranya mengirim gambar ke perekam lewat sinyal WiFi milik paket itu sendiri. Yang hilang adalah kabel video dari tiap kamera ke perekam; kabel listrik ke setiap kamera, kabel daya perekam, dan sambungan perekam ke router internet tetap ada.
Banyak orang membeli paket ini dengan bayangan "tinggal tempel, langsung jalan", lalu kaget saat tukang bertanya di mana colokan untuk kamera di pojok pagar. Artikel ini menjelaskan apa yang sebenarnya tanpa kabel, apa yang tidak, dan cara memeriksa lokasi Anda sebelum membeli atau memasang.
Cara kerja paket wireless 8 channel
Bayangkan paketnya sebagai jaringan kecil yang terpisah dari WiFi rumah Anda.
- Perekam (NVR) memancarkan sinyal WiFi sendiri. Pada kebanyakan paket, perekam ini punya antena di bagian belakang.
- Kamera sudah dipasangkan (di-pairing) dengan perekam dari pabrik, atau dipasangkan sekali lewat menu perekam. Setelah itu kamera hanya "berbicara" dengan perekam, bukan dengan router rumah.
- Perekam menyimpan rekaman ke hard disk di dalamnya, lalu menampilkan gambar ke monitor lewat kabel HDMI atau VGA.
- Untuk melihat dari HP, perekam harus tersambung ke router rumah, biasanya lewat kabel LAN. Sebagian model juga bisa tersambung ke router lewat WiFi.
"8 channel" artinya perekam punya delapan slot untuk kamera. Anda tidak wajib mengisi semuanya. Banyak paket dijual dengan empat kamera dan perekam delapan channel, supaya Anda bisa menambah kamera nanti. Pastikan kamera tambahan yang Anda beli memang bisa dipasangkan dengan perekam itu; periksa buku panduan atau tanyakan ke penjual, karena tidak semua kamera bisa masuk ke semua perekam.
Istilah CCTV DVR tanpa kabel yang sering dicari sebenarnya merujuk ke hal yang sama. DVR secara teknis adalah perekam untuk kamera analog berkabel, sedangkan perekam untuk kamera jaringan dan nirkabel disebut NVR. Di toko, keduanya sering disebut "DVR" saja, jadi jangan bingung kalau penjual memakai istilah itu.
Kabel yang tetap ada, satu per satu
1. Listrik untuk setiap kamera
Ini yang paling sering terlupa. Kamera nirkabel pada paket seperti ini hampir selalu memakai adaptor yang dicolok ke stopkontak. Artinya setiap titik kamera butuh colokan listrik di dekatnya, atau kabel adaptor yang ditarik dari colokan terdekat.
Periksa panjang kabel adaptor bawaan di paket Anda. Kalau kurang, pilihan yang lebih rapi adalah menambah stopkontak di dekat titik kamera. Untuk pekerjaan listrik seperti ini, matikan MCB terlebih dahulu dan sebaiknya serahkan ke tukang listrik yang berpengalaman, terutama kalau titiknya di luar rumah dan terkena hujan.
Kalau di titik tertentu sama sekali tidak ada listrik, misalnya di gudang belakang atau lahan terpisah, paket NVR biasanya bukan jawaban yang pas. Kamera bertenaga surya dengan kartu SIM bisa lebih masuk akal untuk lokasi seperti itu, asalkan sinyal seluler di sana cukup; penjelasannya ada di panduan CCTV untuk kebun tanpa listrik.
2. Listrik untuk perekam
Perekam butuh satu colokan, ditambah monitor kalau Anda memakainya. Taruh perekam di tempat yang tidak panas dan tidak lembap, karena hard disk di dalamnya bekerja terus-menerus.
3. Kabel LAN dari perekam ke router
Supaya bisa dibuka dari HP saat Anda di luar rumah, perekam harus mendapat internet dari router. Cara paling stabil adalah kabel LAN langsung dari perekam ke router. Karena itu, posisi perekam sebaiknya dekat router, atau Anda siap menarik satu kabel LAN di antara keduanya.
Sebagian perekam juga bisa menyambung ke router lewat WiFi. Ini praktis, tapi perekam sedang menerima video dari banyak kamera sekaligus; kalau sambungannya ke router juga lewat udara, gambar di HP lebih mudah tersendat. Kalau memungkinkan, pakai kabel untuk sambungan yang satu ini.
Yang membatasi jarak: tembok, bukan angka di kotak
Kotak paket biasanya mencantumkan jarak jangkauan. Angka itu umumnya diukur di ruang terbuka tanpa penghalang. Di rumah sungguhan, sinyal harus menembus tembok bata, cor beton, lantai dak, pintu besi, dan kadang tangki air. Masing-masing memotong jangkauan, dan beberapa lapis tembok bisa memotongnya jauh lebih banyak daripada yang Anda kira.
Hal-hal yang paling sering melemahkan sinyal antara kamera dan perekam:
- Tembok tebal dan lantai beton. Kamera di lantai atas dengan perekam di lantai bawah sering kesulitan.
- Logam. Pagar besi rapat, rolling door, kanopi baja ringan, dan kotak panel listrik memantulkan sinyal.
- Kaca film tertentu dan cermin besar.
- Posisi perekam yang tertutup, misalnya di dalam lemari kayu atau di bawah meja TV yang dikelilingi barang.
Gejala sinyal yang tipis biasanya mudah dikenali: gambar kamera tertentu sering membeku, kotak-kotak, atau tertulis "no signal" sebentar lalu muncul lagi, sementara kamera yang dekat perekam lancar.
Uji lokasi sebelum membor tembok
Kesalahan yang paling merepotkan adalah memasang kamera permanen dulu, baru mengecek sinyalnya. Lakukan urutan ini:
- Tentukan titik kamera dulu. Mulai dari jalan masuk: pintu depan, pintu belakang, tempat parkir motor. Cara menghitungnya ada di panduan berapa titik CCTV untuk rumah. Jangan merasa harus mengisi delapan channel sekaligus.
- Tentukan posisi perekam. Idealnya di tengah rumah, di tempat yang agak tinggi, dekat router dan dekat colokan.
- Nyalakan perekam dan semua kamera di atas lantai atau meja dulu, sebelum ada yang dipasang. Pastikan semua kamera muncul di monitor. Ini sekaligus mengecek bahwa tidak ada kamera yang rusak dari pabrik.
- Bawa satu kamera ke titik pemasangannya, colokkan ke listrik di sana (pakai kabel roll sementara kalau perlu), pegang atau sandarkan di posisi kira-kira akhir, lalu minta orang lain melihat monitor.
- Amati beberapa menit. Gambar harus mulus saat Anda berjalan di depan kamera. Kalau patah-patah, coba geser titiknya sedikit, atau ubah posisi antena perekam.
- Ulangi untuk setiap titik, terutama yang paling jauh dan yang terhalang tembok paling banyak.
- Baru pasang permanen setelah semua titik lolos uji.
Uji ini memakan waktu, tapi jauh lebih murah daripada membongkar ulang braket yang sudah dibor.
Kalau satu atau dua kamera sinyalnya lemah
Beberapa langkah yang bisa dicoba, dari yang paling gampang:
- Atur antena. Antena perekam dan kamera biasanya paling baik saat berdiri tegak sejajar, bukan ditekuk ke segala arah.
- Naikkan posisi perekam. Perekam di rak atas biasanya lebih baik daripada di lantai.
- Pindahkan perekam sedikit menjauh dari router rumah dan perangkat lain yang memancarkan sinyal, supaya tidak saling mengganggu.
- Cek pilihan kanal WiFi di menu jaringan perekam, kalau tersedia. Nama menunya bisa sedikit berbeda antar-model dan versi perangkat lunak.
- Pakai antena tambahan atau fitur repeater, kalau paket Anda mendukungnya. Sebagian paket memungkinkan satu kamera meneruskan sinyal kamera lain yang lebih jauh; cek buku panduan model Anda.
- Sambungkan kamera yang bermasalah dengan kabel LAN. Sebagian kamera nirkabel pada paket NVR juga punya port LAN; cek bodi atau buku panduan kamera Anda. Kalau satu titik memang tidak terjangkau, satu kabel ke titik itu sering jadi solusi paling tenang.
Wireless 8 channel atau kamera WiFi satu per satu?
Ada dua cara memasang banyak kamera tanpa kabel video:
Paket NVR wireless. Semua kamera merekam ke satu hard disk di perekam. Ada monitor untuk ditonton di pos jaga atau ruang keluarga. Kamera tetap merekam ke perekam meskipun internet rumah mati, selama listriknya menyala. Cocok untuk toko, gudang, kos-kosan, atau rumah dengan banyak titik yang ingin dipantau dari satu layar.
Kamera WiFi mandiri. Setiap kamera tersambung langsung ke router rumah, merekam ke kartu memori masing-masing, dan dibuka lewat aplikasi di HP. Cocok kalau titiknya sedikit, Anda lebih sering memantau dari HP daripada monitor, dan WiFi rumah menjangkau semua titik. Cara menyambungkannya ada di panduan menghubungkan kamera Yoosee ke WiFi.
Yang perlu diperhatikan untuk kamera WiFi mandiri: delapan kamera yang semuanya mengunggah video lewat satu router bisa membebani router rumahan biasa. Pada paket NVR, beban itu ditanggung jaringan khusus antara kamera dan perekam, dan router hanya melayani perekam saat Anda membuka dari HP.
Menyambungkan perekam ke HP
Setelah semua kamera tampil di monitor, langkah umumnya:
- Colokkan kabel LAN dari perekam ke router.
- Di menu jaringan perekam, pastikan pengaturan alamat IP otomatis (sering disebut DHCP) aktif, lalu cek status jaringannya tersambung.
- Di HP, buka aplikasi yang tertera di buku panduan perekam, pilih tambah perangkat, lalu pindai kode QR yang muncul di menu perekam atau tertempel di bodinya.
- Ganti kata sandi bawaan perekam dengan sandi Anda sendiri.
Langkah dan nama menu berbeda antar-model dan versi aplikasi, jadi ikuti buku panduan perangkat Anda. Kalau perekam sempat tampil di aplikasi lalu sering berubah menjadi offline, penyebabnya mirip dengan kamera WiFi biasa: router yang restart sendiri, kabel LAN longgar, atau listrik yang sempat padam. Urutan pemeriksaannya dijelaskan di artikel kamera Yoosee offline terus.
Perkiraan penyimpanan: hitung dengan model Anda sendiri
Delapan kamera yang merekam terus-menerus mengisi hard disk jauh lebih cepat daripada satu kamera. Berapa hari rekaman yang muat tergantung resolusi, pengaturan kualitas, banyaknya gerakan di gambar, dan apakah kamera merekam terus atau hanya saat ada gerakan.
Cara paling jujur untuk mengetahuinya: biarkan sistem merekam normal selama satu atau dua hari, lalu lihat di menu penyimpanan berapa ruang yang terpakai. Bagi kapasitas total hard disk dengan pemakaian per hari itu, dan Anda dapat perkiraan berapa hari rekaman yang tersimpan sebelum rekaman lama tertimpa. Kalau hasilnya terlalu pendek, ubah kamera di area sepi menjadi rekam saat ada gerakan saja, atau turunkan kualitas untuk kamera yang tidak terlalu penting.
Kapan sebaiknya minta bantuan
Panggil teknisi atau tukang listrik kalau:
- Titik kamera perlu stopkontak baru, apalagi di luar ruangan atau di ketinggian. Pekerjaan di tangga atau atap sebaiknya tidak dilakukan sendirian.
- Beberapa kamera sudah dicoba di berbagai posisi tapi sinyalnya tetap putus-putus, dan Anda perlu menarik kabel LAN ke titik tertentu.
- Perekam tidak bisa mendapat internet meskipun kabel LAN sudah terpasang dan router berfungsi untuk perangkat lain.
- Hard disk tidak terbaca atau perekam terus menyala ulang sendiri.
Untuk teknisi atau toko CCTV
Pembeli paket wireless sering datang dengan harapan "tanpa kabel sama sekali". Menjelaskan sejak awal bahwa setiap kamera butuh colokan listrik dan perekam butuh sambungan ke router akan mengurangi komplain setelah pemasangan.
Beberapa kebiasaan yang membantu di lapangan:
- Survei dulu dengan unit demo. Bawa satu perekam dan satu kamera, lalu uji sinyal di titik terjauh sebelum memberi penawaran.
- Catat titik yang butuh colokan baru dan sampaikan ke pelanggan sebagai pekerjaan terpisah, dikerjakan oleh orang yang berwenang untuk instalasi listrik.
- Siapkan rencana cadangan kabel LAN untuk titik yang terhalang tembok beton atau berada di lantai berbeda.
- Ajari pelanggan membuka rekaman dan mengecek status hard disk sebelum Anda pulang, supaya mereka tidak menelepon untuk hal-hal dasar.
- Tempel catatan kecil di perekam berisi channel mana untuk titik mana.
Kalau Anda teknisi atau pemilik toko yang ingin menjual dan memasang kamera Yoosee, informasi program mitra ada di halaman program dealer Yoosee.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah CCTV wireless 8 channel bisa jalan tanpa internet?
Bisa untuk merekam dan menonton dari monitor, karena kamera mengirim gambar langsung ke perekam lewat sinyal milik paket itu sendiri. Yang tidak bisa tanpa internet adalah melihat kamera dari HP saat Anda di luar rumah. Begitu internet kembali, akses dari HP biasanya pulih sendiri.
Apakah saya harus memasang delapan kamera sekaligus?
Tidak. Delapan channel adalah batas maksimal, bukan jumlah wajib. Anda bisa mulai dari titik yang paling penting, lalu menambah kamera yang cocok dengan perekam itu di kemudian hari.
Bisakah kamera wireless dipasang tanpa colokan listrik di dekatnya?
Pada paket NVR seperti ini, umumnya tidak, karena kamera memakai adaptor listrik. Kalau colokan jauh, tambahkan stopkontak lewat tukang listrik, atau pertimbangkan kamera bertenaga baterai dan surya untuk titik yang benar-benar tidak ada listriknya, dengan memeriksa dulu spesifikasi modelnya.
Kalau listrik padam, apakah rekaman ikut hilang?
Rekaman yang sudah tersimpan di hard disk tidak hilang, tapi selama listrik padam kamera dan perekam berhenti merekam. Kalau Anda ingin tetap merekam saat padam, perekam, kamera, dan router perlu cadangan daya seperti UPS. Pastikan kapasitasnya cukup untuk semua perangkat yang Anda colokkan.
Bisakah perekam ini digabung dengan kamera WiFi yang sudah saya punya?
Tergantung modelnya. Sebagian perekam bisa menerima kamera jaringan lain yang sudah tersambung ke router yang sama, sebagian hanya menerima kamera bawaan paketnya. Cek daftar kompatibilitas di buku panduan atau tanyakan ke penjual sebelum membeli.
